Lahan pertanian Kota Palu menyusut karena pengembangan infrastruktur

id Pertanian palu, padi, sawah palu, dinaspertanianpalu, nur Laila, Pemkotpalu, Sulteng, petani

Lahan pertanian Kota Palu menyusut  karena pengembangan infrastruktur

Ilustrasi- Petani menyiapkan lahan dan bibit padi sawah untuk penanaman musim tanam kedua 2021 di Desa Pewunu, Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu (5/6/2021). ANTARA FOTO/Basri Marzuki

Palu (ANTARA) - Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah mengatakan lahan pertanian di kota itu terus mengalami penyusutan karena terjadi alih fungsi lahan untuk pengembangan infrastruktur khususnya perumahan serta akibat dampak bencana alam.

"Tidak bisa di pungkiri, masyarakat menjual lahan pertanian mereka untuk kebutuhan ekonomi, selain itu banyak lahan tidur telah dialihfungsikan untuk pembangunan perumahan," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian Kota Palu Nur Laila yang ditemui di Palu, Senin.

Ia memaparkan, tahun 2020 luas baku lahan persawahan tersisa tinggal 266,2 hektare dari 365,7 hektare pada tahun 2019, yang mana sebelumnya posisi lahan produktif kini menjadi tidak produktif dipicu saluran irigasi tidak lagi dialiri air akibat dampak gempa, tsunami dan likuefaksi.

Salah satu contoh, areal persawahan produktif seluas 27,5 hektare di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan hilang akibat dampak gempa dan likuefaksi.

"Pengembangan kawasan perumahan oleh pihak pengembang menjadi salah satu alasan berkurangnya lahan persawahan di Palu," ucap Laila.

Meski terjadi penyusutan pada sektor tanaman pangan, petani di daerah itu masih tetap berproduksi dengan sisa lahan yang ada, sebagai mana data yang di rilis Dinas Pertanian setempat bahwa, pada tahun 2020 luas panen komoditas padi sekitar 190 hektare lebih dengan hasil produksi mencapai 645,46 ton dari besaran produktivitas 33,90 kwintal/hektare.

"2019 produksi padi petani berada di angka 624,27 ton dengan luas panen 237, 20 hektare dan produktivitas sekitar 33,90 kwintal/hektare, jika dibandingkan tentu terjadi penurunan angka produksi," ungkap Laila.

Ia memaparkan, dari delapan kecamatan di Palu, ada enam kecamatan masih memiliki lahan pertanian potensial diantaranya Kecamatan Tawaeli, Palu Utara, Mantikulore, Palu Selatan, Tatanga dan Kecamatan Ulujadi.

Sedangkan dua kecamatan lainnya, yakni Palu Barat dan Palu Timur merupakan jantung kota dan kebanyakan aktivitas di wilayah tersebut lebih representatif pada kegiatan jasa sekaligus kawasan padat penduduk.

Instansi teknis setempat juga mencatat, Kelurahan Tawaeli, Kecamatan Tawaeli masih memiliki lahan pertanian cukup luas khususnya pada sub sektor tanaman pangan kurang lebih 50 hektare.

"Paling tidak saat ini, produksi petani masih memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan perkotaan, meski pun Palu ditopang sejumlah daerah terdekat seperti Kabupaten Sigi, Donggala dan Parigi Moutong," demikian Laila.
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2021