
Petani Palolo Terancam Gagal Panen

Seharusnya jika dilihat dari umur tanamam padi sudah waktunya mengeluarkan buah
Palu, (antarasulteng.com) - Petani di Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah pada musim tanam (MT) kali ini terancam gagal panen karena banyak tanaman padi tidak berbulir.
Sejumlah petani di Desa Lomban Tongoa, Kecamatan Palolo, Sigi, Senin membenarkan sebagian besar tanamam padi di wilayah itu daumnya kuning dan terancam tidak berbuah.
"Seharusnya jika dilihat dari umur tanamam padi sudah waktunya mengeluarkan buah," kata Yanto, seorang petani di desa itu.
Ia mengatakan tidak mengetahui mengapa tanaman padi yang dikembangkannya sebagian daunnya berubah menjadi kuning dan tidak berbuah.
Sementara sebagian, tanaman padi yang daunya tetap hijau sudah berbuah.
Kemungkinan besar, tanaman padi yang daunnya menguning dan tidak berbuah tersebut diduga kuat karena terkena hama yang hingga kini belum terdektesi.
Hal senada juga disampaikan Ede. Ia juga mengatakan banyak tanaman padi di desa itu yang tidak berbuah padahal sesuai masa tanam seharusnya sudah berbuah.
Petani di wilayah tersebut, kata Ede, cukup resah karena terancam kembali mengalami gagal panen. Pada musim kemarau 2015, petani Desa Lemban Tongoa mengalami gagal panen karena kesulitan air.
Musim kemarau menyebabkan sumber air irigasi di desa itu nyaris kering sehingga kebanyakan sawah tidak mendapatkan pasokan air yang cukup.
Akibatnya, produksi gabah pada saat ini mengalami penurunan drastis.
Desa Leban Tongoa merupakan salah satu desa di Kecamatan Palolo yang diharapkan menjadi penopang produksi beras di wilayah itu.
Sebagian besar masyarakat di desa itu selama ini bergantung pada komoditi perkebunan kakao dan kopi serta komoditi pertanian berupa beras dan jagung.
Pewarta : Anas Masa
Editor:
Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
