TNI dan Polri diminta lakukan deteksi dini pergerakan KKB

id KKB kodap 35, kekerasan KKB, kapolda papua, papua pegunungan, ketua MPR RI, bambang soesatyo, bamsoet,kkb oksibil,deteksi dini

TNI dan Polri diminta lakukan deteksi dini pergerakan KKB

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. ANTARA/Dok Bamsoet

Jakarta (ANTARA) -
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo alias Bamsoet meminta jajaran TNI dan Polri melakukan deteksi dini pergerakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap 35 Bintang Timur, guna mencegah adanya warga yang menjadi korban kekerasan.
 
"Lakukan deteksi dini terhadap pergerakan KKB yang ingin mengganggu keamanan di wilayah sekitar," kata Bamsoet dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
 
Ia menjelaskan, upaya deteksi dini ini dilakukan pemerintah setempat di Papua, dan terus melakukan penguatan pengamanan serta penjagaan di seluruh wilayah Papua.

Disamping itu, Kepolisian Daerah Papua bersama unsur TNI diminta untuk segera menyikapi rentetan aksi yang dilakukan KKB tersebut, dengan mengirimkan dan mengerahkan pasukan guna me-backup pengamanan.
 
Bamsoet juga meminta aparat keamanan memberikan tindakan tegas kepada KKB yang melakukan teror kepada masyarakat.
 
"Sekaligus menindak tegas KKB yang melakukan teror atau aksi-aksi kriminal yang meresahkan warga sekitar," ujarnya.

 
Bamsoet juga meminta komitmen aparat TNI dan Polri untuk terus siaga melakukan penjagaan utamanya di wilayah yang menjadi target teror KKB, guna mencegah adanya warga yang menjadi korban aksi kekerasan hingga mengantisipasi gangguan keamanan lainnya.
 
Dia juga mendorong aparat agar juga meminta dukungan dari berbagai komponen masyarakat setempat untuk membantu memberikan informasi jika mengetahui adanya pergerakan KKB yang ingin mengganggu situasi keamanan di wilayah Papua.
 
"Minta dukungan dari berbagai komponen masyarakat," ucap Bamsoet.
 
KKB yang mengklaim Kodap 35 Bintang Timur itu sejak Senin (18/9) melakukan sejumlah aksi hingga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, termasuk gugurnya personel Satgas Damai Cartenz Briptu Agung.
 
Saat itu almarhum bersama timnya sedang melaksanakan patroli di wilayah Serambakon, Senin (18/9), tiba-tiba diserang KKB. Selain menyerang anggota Polri, KKB juga menembak warga yang sedang berada di rumah hingga menyebabkan dua orang terluka.

 
Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius Fakhiri mengatakan Selasa (19/9), KKB kembali menghadang dan menembaki serta menganiaya ASN Pemda Pegubin yang hendak ke kantor hingga mengalami luka-luka.
 
Fakhiri menegaskan, berbagai tindak kekerasan yang dilakukan KKB tidak boleh dibiarkan berlarut-larut sehingga pihaknya akan mengirimkan personel Brimob membantu mengamankan dan memulihkan wilayah tersebut.
 
Setelah kawasan itu kembali kondusif maka mereka mengganggu wilayah di sekitarnya termasuk di Oksibil.
 
"TNI dan Polri akan berupaya memulihkan keamanan di kawasan Oksibil, dan sekitarnya serta melakukan penegakan hukum terhadap para pelaku," kata Fakhiri menegaskan.