
Pertempuran di Kota Metropolitan Suriah, Sejumlah Orang Tewas

Damaskus - Bentrokan berlanjut, Sabtu (8/9), di beberapa kota besar Suriah, terutama di Aleppo dan Ibu Kota negeri itu, Damaskus.
Stasiun televisi Suriah melaporkan militer, Sabtu, melancarkan "operasi berkualitas" dibarak Hanano di Provinsi Aleppo, Suriah utara, dan menewaskan sejumlah gerilyawan bersenjata.
Beberapa "operasi berkualitas" lain juga telah dilancarkan di beberapa permukiman lain di Aleppo, tempat pertempuran sengit antara tentara Suriah dan anggota milisi bersenjata.
Gerilyawan bersenjata selama 24 jam belakangan telah berusaha menyerbu barak Hanano tapi hanya mampu mengambil-alih satu divisi perekrutan yang berdekatan dan menggunakannya sebagai pangkalan serangan mereka terhadap barak tersebut, kata beberapa sumber media.
Sementara itu, Gubernur Aleppo Mohammad Aqqad, Sabtu, membantah laporan media bahwa pasokan air minum telah terhenti di provinsi utara itu. Ia mengatakan hanya dua pompa air rusak dan upaya perbaikan sedang dilakukan untuk memperbaikinya sesegera mungkin.
Aqqad mengatakan kedua pompa air tersebut telah rusak akibat "aksi sabotase", demikian laporan Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Ahad pagi. Ia menambahkan kedua pompa itu hanya melayani tiga kabupaten --al-Midan, Azizieh dan Slaimanieh, tempat pasokan air telah terhenti.
Ia menyatakan semua tempat lain di Aleppo tak menghadapi kesulitan air sama sekali.
Sebagaimana dikutip stasiun TV Suriah, Aqqad membantah sebagai tanpa dasar laporan yang menyatakan air minum di provinsi bergolak tersebut telah diracuni.
Pernyataan gubernur itu dikeluarkan di tengah laporan yang mengatakan semua sarana telekomunikasi telah terputus saat kota tersebut menghadapi bentrokan sengit antara prajurit pemerintah dan gerilyawan bersenjata.
Di Ibu Kota Suriah, Damaskus, stasiun televisi itu mengatakan prajurit Suriah meraih keunggulan dalam pertempuran melawan gerilyawan bersenjata di Kabupaten Tadamun, Hajar al-Aswad dan kamp Palestina, Yarmouk, di bagian selatan negeri tersebut.
Dalam laporan terpisah pada Sabtu, Observatorium Suriah bagi Hak Asasi Manusia, yang berpusat di Inggris, menyatakan jumlah awal korban jiwa akibat kerusuhan Sabtu lebih dari 140 orang. Sebanyak 35 di antara mereka adalah warga sipil tak bersenjata sementara sisanya adalah petempur oposisi dan prajurit pemerintah. (Ant/Xinhua-OANA)
Pewarta :
Editor:
Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
