Logo Header Antaranews Sulteng

Bulog Sulteng 2017 Ditargetkan Mandiri

Selasa, 17 Januari 2017 11:21 WIB
Image Print
Supryanto, Kepala Perum Bulog Sulteng. (Foto Anas Masa)
"Kami akan berupaya keras untuk merealisasinya,"kata Kepala Perum Bulog Sulteng Supryanto di Palu, Selasa.

Palu, (antarasulteng) - Bulog Sulawesi Tengah pada 2017 ditargetkan oleh pusat menjadi mandiri dalam hal pemenuhan kebutuhan pangan di daerah itu.

"Kami akan berupaya keras untuk merealisasinya,"kata Kepala Perum Bulog Sulteng Supryanto di Palu, Selasa.

Ia mengatakan meski target mandiri tersebut tidak semudah membalikan telapak tangan, namun jika berusaha keras, niscaya bisa tercapai.

Kantor Pusat, kata dia, berharap besar 2017 ini, Bulog Sulteng bisa mandiri dalam pengadaan beras stok nasional.

Artinya, Bulog Sulteng sudah mampu memenuhi sendiri kebutuhan pangan dari hasil pengadaan beras petani di daerah itu.

Sulteng memang pernah mandiri pengadaan beras, tetapi hanya satu tahun saja yaitu pada 2013. Pada saat ini hasil pengadaan beras mencapai sekitar 45.000 ton yang merupakan tertinggi di daerah itu.

Setelah itu, Bulog tidak pernah lagi bisa memenuhi target pengadaan.

Termasuk pada musim panen (MP) 2015 dan 2016, Bulog Sulteng Sulteng tidak berhasil merealisasi target pengadaan yang ditetapkan.

"Kita pada 2016 hanya berhasil merealisasi 50 persen program pengadaan," katanya.

Untuk bisa mandiri, Bulog Sulteng harus lebih proaktif lagi membeli beras petani dengan turun langsung ke sawah dan penggilingan padi sampai ke pelosok desa sekalipun.

Jika tidak begitu, Bulog akan sulit memenuhi target karena harus bersaing dengan pedagang luar yang membeli beras petani jauh diatas HPP (harga pembelian pemerintah).

Petani di Sulteng, kata Supryanto selama ini kebanyakan menitip gabah/beras di penggilingan-penggilingan. Karena itu, Bulog harus mendekati petani langsung agar bisa membeli produksi mereka.(BK03)



Pewarta :
Editor: Anas Masa
COPYRIGHT © ANTARA 2026