Kolonodale, Sulteng (ANTARA) - Bupati Morowali Utara (Morut), Sulawesi Tengah Delis J Hehi mengajak warga setempat manfaatkan lahan pekarangan rumah menanam sayur-sayuran untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
"Upaya ini juga bagian dari strategi menjaga inflasi daerah, terutama menanam tanaman produktif," kata Delis J Hehi di Kolonodale Morut, Jumat.
Ia mengemukakan, pemanfaatan lahan pekarangan memberikan manfaatkan terhadap warga dari aspek penghematan ekonomi keluarga.
Karena bahan pangan salah satu komoditas yang dapat memicu inflasi, oleh sebab itu memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam tanaman hortikultura merupakan solusi yang tepat dalam membantu menjaga stabilitas inflasi daerah.
"Langkah sederhana ini sangat membantu warga memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga, sekaligus menciptakan lingkungan rumah yang hijau," ujarnya.
Ia menjelaskan, menanam tanaman produktif seperti cabai sangat bermanfaat untuk kesejahteraan keluarga, karena hasilnya tidak hanya sekedar dikonsumsi sendiri, tetapi juga dapat menambah nilai ekonomis dengan cara di jual ke pasar.
Saat ini harga cabai rawit di Morowali Utara sekitar Rp37.500 per kilogram, maka untuk menghemat pengeluaran bercocok tanam salah satu langkah tepat dilakukan, warga juga dapat mengambil bibit dari instansi teknis terkait yakni Dinas Pertanian.
"Langkah ini juga mendukung program ketahanan pangan yang gencar dilakukan pemerintah pusat. Kami meminta Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dapat bekerja sama dalam melakukan pembinaan kepada masyarakat, maupun penyediaan bibit cabai maupun tanaman produktif lainnya," ucap Delis.
Ia menambahkan, para kepala desa perlu menggencarkan kampanye gerakan tanam cabai kepada masyarakat dengan memanfaatkan pekarangan rumah.
"Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) juga perlu terlibat memberikan penguatan kepada warga, sehingga kegiatan ini masif dilakukan di masing-masing wilayah," kata dia.
