Logo Header Antaranews Sulteng

Presiden penuhi salurkan IFP, Mendikdasmen: Tingkatkan capaian belajar

Senin, 17 November 2025 15:19 WIB
Image Print
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti dan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno meluncurkan Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas di SMPN 4 Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat pada Senin (17/11/2025). ANTARA/Hana Kinarina

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti menyampaikan pemenuhan janji Presiden Prabowo Subianto terkait penyaluran interactive flat panel (IFP) atau papan interaktif digital (PID) meningkatkan capaian pembelajaran.

Mu'ti dalam laporannya mengatakan pihaknya telah melakukan monitoring dan evaluasi kepada berbagai sekolah yang telah menerima papan interaktif digital atau IFP.

“Sudah ada perubahan signifikan dalam proses pembelajaran. Belajar jadi gembira, penuh semangat, dan capaian pembelajaran terus meningkat,” kata Mendikdasmen Mu'ti dalam Peluncuran Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas di SMPN 4 Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin.

Peningkatan capaian itu, kata Mu'ti, menjadi bukti revolusi pendidikan yang diletakkan oleh Presiden Prabowo Subianto melalui digitalisasi pembelajaran dan pembagian IFP yang baru saja diluncurkan.

Pada kesempatan itu, ia juga melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto telah menyalurkan sebanyak 172.550 interaktif flat panel (IFP) atau papan interaktif digital (PID) ke berbagai sekolah dan Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) di Indonesia.

Mu'ti menyampaikan jumlah tersebut merupakan 75 persen dari target keseluruhan penyaluran IFP, yakni sebanyak 288.865 IFP untuk tahun anggaran 2025.

“Sampai tanggal 16 November 2025, pukul 22.00, sudah terkirim sebanyak 172.550 IFP, telah tiba dan dimanfaatkan di sekolah dan PKBM yang itu merupakan 75 persen dari rencana 28.865,” kata Mu'ti.

Ia menambahkan sebanyak 43.022 IFP saat ini masih dalam proses pengiriman ke berbagai sekolah dan PKBM, dengan target penyelesaian hingga tanggal 17 Desember mendatang.

Mu'ti mengatakan program digitalisasi pembelajaran yang diluncurkan pada hari itu merupakan pemenuhan janji Presiden Prabowo Subianto pada peringatan Hari Guru Nasional tahun 2024, sekaligus pelaksanaan Inpres Nomor 7 tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan dan Revitalisasi Sekolah, serta Digitalisasi Pembelajaran dan pelaksanaan Perpres Nomor 79 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2025.



Pewarta :
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026