Logo Header Antaranews Sulteng

Pemprov-Sulteng tingkatkan kualitas SDM industri via pelatihan vokasi

Kamis, 20 November 2025 12:13 WIB
Image Print
Disperindag Sulteng menggelar pelatihan vokasi pengelasan untuk meningkatkan kualitas SDMI di Palu. ANTARA/HO-PPID Disperindag Sulteng

Palu (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulawesi Tengah meningkatkan kualitas sumber daya manusia industri (SDMI) melalui kegiatan pelatihan vokasi pengelasan.

Kepala Disperindag Provinsi Sulteng Richard Arnaldo di Palu, Kamis, mengatakan bahwa pelatihan vokasi merupakan salah satu strategi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam memperkuat kualitas SDMI.

“Pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan peluang peningkatan keterampilan masyarakat agar sesuai dengan kebutuhan industri modern,” katanya.

Pelatihan tersebut bekerja sama dengan Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas yang berlangsung selama enam hari, pada 17-22 November 2025 di Balai Latihan Kerja Pengembangan Produktivitas (BLK-PP) Palu.

Richard menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan implementasi visi dan arah kebijakan pembangunan daerah yang selaras dengan program unggulan Gubernur Sulawesi Tengah, yakni “Berani Harmoni”.

Menurut dia, program itu tidak hanya menitikberatkan pada penguatan sektor industri, tetapi juga peningkatan kemampuan masyarakat agar mampu beradaptasi dan bersaing di lingkungan kerja yang dinamis.

“Semangat Berani Harmoni mengarahkan kita untuk menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing,” ujarnya.

Ia mengharapkan melalui pelatihan vokasi, dapat meningkatkan kompetensi teknis peserta sehingga mereka memiliki bekal keterampilan yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja.

Ia juga menambahkan bahwa pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), yang lokasinya relatif dekat dengan Sulawesi, menghadirkan peluang strategis bagi tenaga kerja asal Sulawesi Tengah.

Ia menyebut kebutuhan tenaga terampil, khususnya dalam bidang pengelasan, meningkat seiring pembangunan infrastruktur, fasilitas publik, dan industri pendukung di kawasan tersebut.

“Pembangunan IKN menghadirkan peluang besar bagi tenaga kerja yang memiliki keterampilan siap pakai. Oleh karena itu, kompetensi pengelasan perlu dipersiapkan secara matang agar masyarakat kita mampu mengisi kebutuhan tenaga kerja yang saat ini dan ke depan sangat dibutuhkan,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, keterampilan pengelasan tidak hanya diperlukan pada sektor konstruksi, tetapi juga pada sektor manufaktur, perkapalan, permesinan, energi, serta berbagai industri lain yang memerlukan tenaga teknis bersertifikasi.

Ia mengatakan melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya mendapatkan kecakapan teknis, tetapi juga pembekalan mengenai standar keselamatan kerja, disiplin operasional dan etos kerja profesional.

Pelatihan dirancang dengan metode aplikatif yang mencakup teori dasar pengelasan, praktik langsung, simulasi kerja, dan evaluasi kompetensi untuk menghasilkan lulusan yang siap bekerja, baik secara mandiri maupun di perusahaan industri.

Ia menegaskan Pemprov Sulteng berkomitmen untuk terus memperluas akses pelatihan vokasi, bukan hanya di bidang pengelasan, tetapi juga pada sektor industri lainnya, sebagai bagian dari upaya memperkuat struktur ekonomi daerah melalui pengembangan tenaga kerja yang kompeten dan produktif.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026