
Pemprov Sulteng tingkatkan kapasitas pelaku usaha guna UMKM naik kelas

Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) meningkatkan kapasitas sebanyak 140 pelaku usaha muda dengan melaksanakan sejumlah bimbingan teknis (bimtek) dalam upaya mewujudkan UMKM naik kelas dan berdaya saing.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulteng Sisliandy Ponulele di Palu, Rabu, menekankan pentingnya perubahan pola pikir (mindset) para peserta.
"Kalau wirausaha pemula, berarti yang hadir di sini rata-rata belum melaksanakan aktivitas usaha hanya di atas 42 bulan," katanya.
Ia mengatakan bahwa peserta tidak boleh lagi hanya merasa sebagai "pelaku usaha", melainkan harus menanamkan mentalitas sebagai "pengusaha UMKM".
Lebih lanjut, ia mengatakan seorang pengusaha UMKM minimal mampu menciptakan lapangan kerja, baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain di sekitarnya.
Sebanyak 140 peserta berasal dari berbagai kabupaten/kota seperti Kabupaten Sigi, Donggala, Poso, Banggai, dan Kota Palu.
Sementara itu, bimtek tersebut dibagi menjadi empat kelas terpisah untuk memaksimalkan efektivitas pembelajaran, yaitu bimtek manajemen akuntansi bagi wirausaha pemula, legalitas dan literasi keuangan, fasilitasi E-Katalog lokal, dan fasilitasi desain kemasan.
Selain itu, Sisliandy juga menekankan pentingnya literasi keuangan dan disiplin administrasi.
"Salah satu yang paling sederhana adalah mampu memisahkan antara rekening yang digunakan untuk transaksi usaha dengan rekening yang digunakan untuk kebutuhan pribadi," katanya.
Ia menyebut hal ini krusial agar arus kas usaha dapat terukur dengan jelas dan meningkatkan kelayakan mendapatkan akses pembiayaan.
Selain manajemen keuangan, aspek digitalisasi dan pengemasan produk juga sangat penting untuk meningkatkan daya saing produk.
Pemerintah provinsi, kata dia, mendorong UMKM untuk masuk ke dalam ekosistem E-Katalog Lokal guna mendapatkan kepastian pasar dan kecepatan transaksi.
Sementara itu, untuk kelas desain kemasan, peserta didorong untuk membuat kemasan yang informatif dan membangun kepercayaan, bukan sekadar menampilkan gambar yang ramai.
Ia juga menekankan pentingnya mencantumkan legalitas seperti sertifikasi halal, P-IRT, dan informasi nilai gizi pada kemasan.
Karena itu, dia juga mengharapkan agar para peserta tidak berjalan sendiri-sendiri setelah pelatihan usai dan dapat bergabung dalam wadah koperasi atau kelompok usaha mandiri untuk memenuhi permintaan pasar yang besar yang seringkali tidak bisa dipenuhi oleh pengusaha perorangan.
"Secara kelembagaan akan lebih memudahkan. Secara perorangan pengusaha UMKM itu mudah, tapi secara koperasi atau secara kelompok akan lebih memudahkan," ujarnya.
Ia menegaskan Pemprov Sulteng berkomitmen untuk terus hadir memfasilitasi kebutuhan UMKM, mulai dari pelatihan, pendampingan, hingga bantuan akses pembiayaan, demi mewujudkan UMKM Sulteng yang naik kelas dan sejahtera.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
