Palu (ANTARA) - Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Palu menjalin kerja sama dalam memperkuat pemenuhan hak pendidikan serta memperluas akses pendidikan bagi anak binaan.
Kepala LPKA Palu Welli di Palu, Kamis, mengatakan bahwa pendidikan adalah kunci utama agar anak binaan yang juga merupakan generasi penerus bangsa memiliki kesempatan memperbaiki masa depan.
“Kerja sama ini merupakan komitmen untuk membuka pintu kesempatan belajar yang lebih layak bagi anak binaan. Kami ingin mereka mendapatkan hak yang sama seperti anak lainnya,” katanya.
LPKA Palu telah melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Disdikbud Palu.
Salah satu poin penting dalam PKS tersebut adalah pembentukan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Anak Mandiri di lingkungan LPKA Palu, sehingga anak binaan dapat mengikuti pendidikan kesetaraan secara resmi dan berjenjang.
Ia mengatakan melalui kerja sama ini, diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi anak binaan, tetapi juga membuka peluang mereka untuk meraih masa depan yang lebih cerah.
Ia juga mengharapkan dengan beroperasinya PKBM Anak Mandiri, anak binaan akan mendapatkan akses pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C, termasuk pendampingan guru, kegiatan belajar terjadwal, serta evaluasi akademik berkala.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Palu Hardi menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung penuh kebutuhan pembelajaran di LPKA Palu.
“Kami melihat pendidikan di LPKA bukan sebagai kewajiban tambahan, tetapi sebagai bagian dari misi kami untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari hak pendidikannya,” ujarnya.
Menurut dia, program PKBM Mandiri memberi ruang bagi anak binaan untuk tetap melanjutkan sekolah meski sedang menjalani masa pembinaan.
Lebih lanjut, ia menegaskan Disdikbud Kota Palu dan LPKA Palu berkomitmen untuk terus memperkuat akses pendidikan, memperbaiki kualitas pembelajaran, serta membangun lingkungan belajar yang inklusif dan berkelanjutan.
