Manajer ungkap cerita di balik lahirnya sejarah di Piala Dunia U17

id Zaki Iskandar,Timnas U-17 Indonesia,Piala Dunia U-17 2025,Nova Arianto,timnas u17

Manajer ungkap cerita di balik lahirnya sejarah di Piala Dunia U17

Manajer timnas Indonesia U17, Ahmed Zaki Iskandar, berpose sambil mengawasi latihan tim di lapangan latihan Stadion Al Thumama, Doha, Senin (3/11/2025). (ANTARA/RAUF ADIPATI)

Jakarta (ANTARA) - Manajer timnas U17 Indonesia, Zaki Achmad Iskandar, membuka cerita di balik lahirnya sejarah baru sepak bola Indonesia, setelah timnas U17 mengukir sejarah di Piala Dunia U17 2025 Qatar bulan lalu.

Timnas U17, yang kala itu dilatih Nova Arianto, mencetak sejarah setelah meraih kemenangan pertama di turnamen ini, dengan mengalahkan Honduras 2-1.

Menurut Zaki, keberhasilan Garuda Muda bukan sesuatu yang terjadi tiba-tiba, melainkan hasil dari proses panjang, terukur, dan disiplin selama hampir dua tahun pembentukan tim sejak 2024, saat tim ini masih berstatus tim U16.

“Di kelompok umur ini mereka masih seperti kertas kosong yang bisa dibentuk. Kami bangun mereka dengan TC jangka panjang, program berjenjang, dan disiplin ketat,” ujar Zaki di Jakarta, melalui keterangan resminya, Rabu.

Perjalanan itu melewati fase Piala AFF U16 2024 di Solo, kemudian menembus Piala Asia U17 2025, sebelum akhirnya mencapai target terbesar, lolos ke Piala Dunia U17. “Satu siklus target tuntas. Ini buah dari kerja keras dua tahun,” kata Zaki.

Tak hanya soal taktik dan fisik. Zaki mengungkapkan tim U17 ini dilengkapi sumber daya paling lengkap yang pernah ia dampingi, mulai dari pelatih, tenaga medis, fisioterapis, ahli gizi, hingga dua psikolog khusus yang mendampingi para pemain di setiap pemusatan latihan (TC).

“Anak-anak usia 16–17 ini tantangannya besar. Mereka baru puber, emosinya naik turun, tekanan media sosial luar biasa. Karena itu mental adalah fondasi. Kami perkuat betul dari sisi psikologi,”kata dia menjelaskan.

Di tim ini, kata Zaki, peran psikolog sangatlah penting, terutama ketika para pemain menghadapi homesick, tekanan publik, atau masalah pribadi selama TC panjang. “Biasanya mereka curhat ke psikolog atau head coach dulu. Kalau ada hal yang harus ditangani cepat, psikolog menyampaikan kepada saya,” ungkap dia.

Lebih lanjut, Zaki pun bersyukur semua target yang diberikan kepada tim U17 generasi Zahaby Gholy dan kawan-kawan tercapai semua.

“Alhamdulillah, semua target tercapai. Dan kemenangan di Piala Dunia ini adalah pintu awal untuk generasi emas berikutnya,” ujar Zaki.


Pewarta :
Editor : Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.