Palu (ANTARA) - Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, menyusun dokumen studi kelayakan Pasar Hewan yang berlokasi di Jalan Pipa Air, Kelurahan Donggala Kodi sebagai landasan penting dalam perencanaan pembangunan maupun revitalisasi pasar.
Plt. Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palu Rahmad Mustafa di Palu, Rabu, mengatakan Pasar Hewan Donggala Kodi memiliki peran strategis sebagai ruang interaksi ekonomi yang memberikan dampak signifikan bagi pendapatan masyarakat.
“Pasar Hewan Donggala Kodi memiliki peran strategis bukan hanya sebagai pusat jual-beli ternak, tetapi juga sebagai ruang interaksi ekonomi yang memberikan dampak signifikan bagi pendapatan masyarakat, khususnya para peternak dan pelaku usaha di wilayah kita,” katanya.
Karena itu, kata dia, Pemkot Palu melaksanakan seminar hasil studi kelayakan pasar hewan sebagai bagian dari proses penyempurnaan dan finalisasi dokumen studi kelayakan Pasar Hewan yang berlokasi di Jalan Pipa Air, Kelurahan Donggala Kodi.
Ia menjelaskan bahwa studi kelayakan yang telah disusun menjadi landasan penting untuk memastikan pembangunan fasilitas dilakukan secara tepat dari aspek teknis, sosial-ekonomi, lingkungan, hingga tata ruang.
Namun, kata dia, dokumen tersebut perlu benar-benar matang sebelum dijadikan dasar kebijakan.
Oleh karena itu, ia mengatakan seminar hasil studi kelayakan Pasar Hewan menjadi penting agar dokumen studi kelayakan tersebut benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat.
“Kita membutuhkan masukan dari seluruh pemangku kepentingan agar dokumen studi kelayakan ini benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat, menjawab tantangan yang ada, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan sarana perdagangan hewan di Kota Palu,” katanya.
Rahmad berharap melalui kegiatan seminar ini, diskusi berlangsung terbuka, objektif, dan konstruktif sehingga dapat memperkaya substansi dokumen dan memastikan Pasar Hewan Donggala Kodi menjadi fasilitas yang aman, tertib, higienis, dan memberikan manfaat ekonomi lebih luas.
Ia menegaskan Pemerintah Kota Palu berkomitmen memperkuat sektor ekonomi berbasis kerakyatan, termasuk melalui pengelolaan fasilitas perdagangan yang lebih terencana, modern, dan berkelanjutan.
“Pemerintah Kota Palu berkomitmen untuk terus menghadirkan fasilitas publik yang lebih baik, modern, dan sesuai standar pelayanan masyarakat,” ujarnya.
Seminar ini diikuti oleh jajaran OPD terkait, akademisi, perwakilan peternak, pelaku usaha, serta berbagai unsur masyarakat yang berkepentingan dalam pengembangan sektor perdagangan hewan di Kota Palu.
