15 desa terhubung internet tahun 2026

id Sigi,Sulteng,Berani Berdering,Blank spot,Pemkab Sigi

15 desa terhubung internet tahun 2026

Sekretaris Daerah Kabupaten Sigi Nuim Hayat saat memimpin rapat koordinasi finalisasi proposal permohonan bantuan keuangan Program Berani Berdering tahun 2026 di Desa Bora, Sigi Kota, Kabupaten Sigi, Kamis (8/1/2026). ANTARA/HO-Diskominfo Sigi

Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) memastikan pemasangan infrastruktur jaringan internet di 15 desa melalui program Berani Berdering selesai tahun 2026.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sigi Nuim Hayat mengatakan program Berani Berdering merupakan program strategis daerah yang dirancang untuk mempercepat pemerataan akses dan konektivitas digital hingga ke tingkat desa di Kabupaten Sigi.

"Saat ini tahapannya sudah proses finalisasi dokumen proposal Program Berani Berdering yang telah diajukan oleh desa-desa penerima, berdasarkan hasil review Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Inspektorat Kabupaten Sigi," kata Nuim saat ditemui awak media di Bora Sigi, Kamis.

Ia menuturkan proses review APIP dilakukan untuk memastikan proposal tersebut sudah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, prinsip akuntabilitas, serta tata kelola penganggaran dan pelaksanaan program yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Untuk 15 desa calon penerima bantuan itu agar segera melengkapi dokumen proposal, seperti aspek administrasi, teknis pelaksanaan, serta dukungan data perencanaan yang menjadi persyaratan program," ucapnya.

Ia mengemukakan masing-masing desa penerima bantuan itu sebesar Rp69 juta untuk program Berani Berdering tersebut.

"Jadi, anggaran program Berani Berdering ini nantinya harus dimuat dan diintegrasikan ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2026, sehingga pemerintah desa segera menyesuaikan perencanaan dan penganggaran desa agar selaras dengan kebijakan tersebut," sebutnya.

Sementara itu, Kabid E-Government Diskominfo Sigi Aldisyar menyebutkan program Berani Berdering tidak hanya berorientasi pada penyediaan infrastruktur jaringan, tetapi juga mendukung transformasi digital desa secara berkelanjutan.

"Tentunya dengan adanya program ini, ke depan tidak ada lagi desa di Sigi yang blank spot dan sudah memiliki akses internet yang andal dalam mendukung layanan pemerintahan desa, pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan ekonomi digital masyarakat," kata Aldisyar.

Menurut dia, pentingnya kesiapan administrasi dan perencanaan setiap desa agar program Berani Berdering berjalan efektif, tepat sasaran, serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas layanan publik dan konektivitas digital di wilayah pedesaan Kabupaten Sigi.

"Ke depan sangat dibutuhkan sinergi lintas sektor mulai dari pemerintah daerah, perangkat desa, dan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, sehingga program berani berdering terlaksana secara optimal dan berkontribusi langsung pada percepatan pembangunan desa," ujarnya.

Program Berani Berdering di Kabupaten Sigi menyasar 15 desa, yakni Desa Puroo, Salua, Sibalaya Utara, Tangkulowi, Lembantongoa, Binangga, Bomba, Olu, Langko, Tomado, Anca, Lewara, Bolapapu, Moa, dan Wayu.

15 desa tersebut tersebar di 7 kecamatan, seperti Lindu, Marawola Barat, Kulawi, Kinovaro, Kulawi Selatan, Tanambulava, dan Palolo.

Pewarta :
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.