Logo Header Antaranews Sulteng

BPOM intensif awasi keamanan pangan di Palu selama Ramadhan

Kamis, 19 Februari 2026 08:01 WIB
Image Print
Kepala BPOM Kota Palu Mardianto memberikan keterangan kepada sejumlah pewarta terkait pengawasan keamanan pangan. (ANTARA/Izfaldi)

Palu (ANTARA) - Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mulai mengintensifkan pengawasan keamanan pangan selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah/2026 di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

"Langkah ini untuk memastikan peredaran bahan pangan yang ada aman dikonsumsi masyarakat," kata Kepala BPOM Palu Mardianto di Palu, Rabu.

Ia mengemukakan pengawasan dilakukan pihaknya menyasar area gudang penyimpanan dan etalase penjualan di salah satu swalayan di ibu kota Sulawesi Tengah.

Pada pengawasan bahan pangan, petugas BPOM memeriksa berbagai aspek penting yang berkaitan dengan keamanan dan mutu produk, tidak hanya dari sisi administrasi seperti izin edar dan masa kedaluwarsa, tetapi juga dari sisi teknis penyimpanan.

Selama Ramadhan kegiatan seperti itu difokuskan pada sistem penyimpanan dan rantai distribusi produk pangan, mulai dari hulu hingga hilir, selain itu cuaca panas di wilayah Kota Palu menjadi perhatian khusus karena dapat memengaruhi kualitas produk apabila tidak disimpan sesuai standar.

“Fokus kami ke sarana peredaran mulai dari hulu ataupun rantai pasok, yaitu importir, distributor, grosir, termasuk juga supermarket, pasar tradisional, hingga pembuat parsel," ujarnya.

Ia menjelaskan kesalahan dalam sistem penyimpanan seperti suhu ruangan yang tidak terkontrol atau gudang yang lembab, dapat mempercepat penurunan mutu produk meskipun masa kedaluwarsa masih panjang.

Oleh karena itu BPOM memberikan penekanan pentingnya pencatatan suhu secara berkala, penataan barang sesuai standar first in first out (FIFO), dan ketersediaan sistem pengendalian hama yang memadai.

Selain itu petugas juga menelusuri kondisi fisik kemasan produk, memastikan tidak ada kemasan penyok, bocor, atau rusak yang berpotensi menurunkan kualitas isi dalam produk makanan.

"Produk tanpa izin edar, produk rusak, maupun pangan kedaluwarsa juga menjadi sasaran utama dalam pengawasan tersebut. Kami juga melakukan pengawasan terhadap rantai pasok baik itu importir, distributor maupun grosir, hingga pasar tradisional dan perdagangan daring," tutur Mardianto.

Ia menambahkan, pihaknya juga melibatkan lintas sektor melakukan pengawasan sebagai bagian dari pengawalan terpadu keamanan pangan selama periode hari besar keagamaan.

"Kami memastikan pengawasan tidak hanya bersifat insidental, melainkan akan terus dilakukan selama periode Ramadhan hingga Idul Fitri. Apabila ditemukan pelanggaran, BPOM memberikan pembinaan hingga sanksi sesuai ketentuan yang berlaku," kata dia.



Pewarta :
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026