
Polres Banggai siapkan strategi pengamanan mudik Lebaran 2026

Banggai, Sulawesi Tengah (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Banggai, Sulawesi Tengah, menyiapkan strategi pengamanan dalam menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah ini.
Wakapolres Banggai Kompol Frengky Jefry Rey di Banggai, Kamis, mengatakan Polres Banggai akan melaksanakan Operasi Ketupat Tinombala 2026 sebagai upaya pengamanan perayaan Idul Fitri serta kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran di daerah ini.
“Operasi Ketupat akan berlangsung selama 13 hari mulai dari tanggal 11 Maret hingga 23 Maret 2026. Operasi ini diharapkan dapat menyukseskan perayaan Lebaran dan arus mudik serta balik Lebaran tahun 2026,” katanya.
Operasi ini melibatkan personel gabungan dari berbagai instansi guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif selama Lebaran.
Pengamanan tersebut akan difokuskan di sejumlah titik strategis seperti masjid, lokasi shalat Idul Fitri, pusat perbelanjaan, kawasan wisata, serta area transportasi publik seperti pelabuhan dan bandara.
Wakapolres juga mengajak seluruh instansi terkait untuk bersinergi dalam mendukung pelaksanaan pengamanan Lebaran, termasuk penyediaan sarana dan prasarana pendukung guna menyukseskan operasi tersebut.
“Kenyamanan masyarakat dalam merayakan Idul Fitri merupakan tanggung jawab bersama. Mari kita wujudkan situasi kamtibmas yang kondusif, aman dan damai di Kabupaten Banggai,” ujarnya.
Sementara itu, Kabag Ops Polres Banggai AKP Muriyanto menambahkan Polres Banggai juga menyiapkan pos pengamanan dan pelayanan guna mengantisipasi lonjakan arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.
Ia menjelaskan berdasarkan statistik Operasi Ketupat 2025, jumlah pemudik yang berangkat melalui terminal angkutan darat tercatat sebanyak 3.342 orang dan yang tiba 2.955 orang.
Sementara itu, pemudik melalui Bandara Syukuran Aminuddin Amir Luwuk tercatat sebanyak 3.318 orang berangkat dan 2.988 orang tiba, sedangkan melalui pelabuhan sebanyak 7.354 orang berangkat dan 8.529 orang tiba.
“Potensi pergerakan masyarakat pada libur Lebaran 2026 diprediksi masih akan sama dengan tahun lalu. Namun kami tetap mengantisipasi apabila terjadi peningkatan dalam kondisi nyata di lapangan,” katanya.
Muriyanto menjelaskan prediksi arus mudik terbagi dalam dua gelombang yakni pada 14-15 Maret serta 18-19 Maret 2026 yang beririsan dengan hari libur Hari Raya Nyepi. Sementara itu, arus balik diperkirakan terjadi pada 25-26 Maret serta 28-29 Maret 2026.
“Kami mewaspadai perubahan pola pergerakan masyarakat karena saat ini tidak lagi terpaku pada H-7 atau H-5 Lebaran. Sebagian masyarakat bahkan telah melakukan perjalanan lebih awal,” ujarnya.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
