Logo Header Antaranews Sulteng

Donggala fokus tingkatkan literasi dan numerasi pelajar

Selasa, 24 Maret 2026 15:04 WIB
Image Print
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupateb Donggala Ansyar Sutiadi. ANTARA/HO-Dok pribadi

Donggala (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) fokus meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik pada satuan pendidikan di daerah tersebut.

"Jadi dengan adanya peningkatan pada standar pelayanan minimal (SPM) menempati posisi delapan dari 13 kabupaten/kota di Sulteng, artinya numerisasi peserta didik sudah bagus termasuk literasinya sehingga iklim di sekolah sudah membaik," kata Kadis Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Donggala Ansyar Sutiadi saat dihubungi awak media di Banawa, Selasa.

Ia menuturkan, salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan literasi peserta didik di Kabupaten Donggala dengan mengaktifkan kembali seluruh perpustakaan desa dan taman baca masyarakat (TBM) di daerah itu.

"Jadi memang sudah ada 24 perpustakaan desa dan taman baca masyarakat menerima bantuan buku-buku dari Perpustakaan Nasional yang bertujuan bisa meningkatkan minat dan kegemaran membaca masyarakat," ucapnya.

Ia mengemukakan, masing-masing perpustakaan desa itu menerima 1.000 eksemplar buku dengan judul yang berbeda-beda.

"Tentunya program ini dapat memberikan dampak positif kepada masyarakat termasuk anak-anak di Kabupaten Donggala," sebutnya.

Selain itu pemerintah daerah melalui Disdikpora terus berupaya meningkatkan capaian SPM itu agar Kabupaten Donggala dapat menembus tiga besar di Sulawesi Tengah.

"Tentunya target itu merupakan arahan langsung Bupati Donggala untuk mencapai SPM yang lebih baik ke depan," kata dia.

Ansyar menjelaskan sudah menyiapkan sejumlah program seperti penguatan validitas Data Pokok Pendidikan (Dapodik) di seluruh satuan pendidikan.

"Pada intinya Dapodik ini merupakan sistem pendataan utama yang terintegrasi dengan Kemendikdasmen dan menjadi acuan dalam perencanaan berbagai program peningkatan mutu pendidikan," ujarnya.

Pihaknya segera melakukan asesmen terhadap tenaga pendidik dan kepala sekolah untuk mengukur kompetensi termasuk memastikan kualitas kepemimpinan di setiap satuan pendidikan.

"Salah satunya sekolah yang kepsek-nya masih pelaksana tugas atau sudah mau selesai maka segera kita gantikan dengan orang lebih berkompeten," kata Ansyar.

Ansyar menyebutkan perlu adanya pemerataan distribusi tenaga pendidik di Kabupaten Donggala sebab saat ini masih ada guru yang mengajar jauh dari tempat tinggalnya, sehingga dinilai berdampak pada efektivitas proses pembelajaran.

"Dalam waktu dekat Dinas Pendidikan melakukan pemetaan tempat tinggal masing-masing guru dan kepala sekolah untuk mengatur lokasi mengajar tenaga pendidik dengan rumahnya," tuturnya.

Berdasarkan hasil rapor pendidikan yang dirilis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), SPM Kabupaten Donggala pada 2025 mencapai 63,58 dengan kategori Tuntas Muda.

Capaian itu mengalami peningkatan sebesar 4,02 poin dibandingkan tahun 2024 yang hanya berada di angka 59,56 dengan kategori Belum Tuntas dan menempati posisi ke-13 di Sulawesi Tengah.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026