
Kapolda Sulteng tinjau pengamanan mudik Lebaran di Kabupaten Morowali

Morowali, Sulawesi Tengah (ANTARA) - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tengah Irjen Pol. Endi Sutendi meninjau sejumlah pos pengamanan dan pelayanan mudik Lebaran 2026 di Kabupaten Morowali guna memastikan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.
“Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan personel serta sarana dan prasarana dalam memberikan pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat menjelang arus mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah,” kata Kepala Bidang Humas Polda Sulteng Kombes Pol. Djoko Wienartono dalam keterangannya di Palu, Selasa.
Adapun pos yang dikunjungi, yakni Pos Terpadu Fonuasingko di Jalan Trans Sulawesi, Desa Bente serta Pos Pelayanan Terminal Bungku di Jalan Trans Sulawesi, Desa Manatasa, Kecamatan Bungku.
Kabidhumas mengatakan pengecekan tersebut merupakan bentuk perhatian pimpinan terhadap kesiapan personel di lapangan sekaligus memastikan seluruh pos pengamanan dan pelayanan berfungsi secara optimal.
Menurut dia, pengecekan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, kelengkapan sarana prasarana, serta koordinasi lintas instansi di setiap pos operasi berjalan dengan baik, sehingga masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun aktivitas lainnya dapat merasa aman dan nyaman.
Ia mengatakan keberadaan pos terpadu dan pos pelayanan dalam Operasi Ketupat Tinombala 2026 merupakan bagian penting dalam upaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya di jalur-jalur yang berpotensi terjadi peningkatan aktivitas kendaraan.
Oleh karena itu, ia berharap seluruh rangkaian pengamanan Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah Sulawesi Tengah, khususnya di Kabupaten Morowali, dapat berjalan aman, lancar, dan kondusif sehingga masyarakat dapat merayakan hari raya dengan rasa nyaman.
Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan kelancaran arus mudik.
“Dari pemerintah daerah tentu berharap adanya kolaborasi bersama. Polisi menjaga keamanan, tapi tentu tidak bisa bekerja sendiri. Perlu dukungan dan kerja sama dari semua pihak, khususnya di Kabupaten Morowali,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tingginya potensi arus mudik di Morowali yang dipengaruhi oleh posisi geografis daerah yang berada di antara sejumlah kota besar seperti Palu, Kendari, dan Makassar.
Menurut dia, kondisi tersebut menjadikan Morowali sebagai salah satu titik lintasan penting bagi para pemudik, sehingga diperlukan kesiapan pengamanan yang maksimal.
Selain itu, ia mengatakan masih terdapat sejumlah jalur yang kondisinya cukup menantang untuk dilalui, sehingga diperlukan kewaspadaan ekstra serta pengawasan maksimal dari petugas di lapangan.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
