
Ditjenpas Sulteng libatkan APH geledah Lapas Perempuan di Sigi

Sigi (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah melibatkan aparat penegak hukum setempat melakukan penggeledahan terhadap seluruh warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas III Palu, Desa Maku, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi.
Kepala Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah Bagus Kurniawan mengatakan penggeledahan dan pemeriksaan itu bertujuan untuk memastikan Lapas Perempuan bebas dari handphone ilegal, pungutan liar, dan narkoba (Halinar).
"Jadi operasi penggeledahan ini sebagai bagian dari penguatan deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan," kata Bagus di Dolo, Rabu.
Ia mengemukakan petugas gabungan menyisir seluruh kamar hunian secara menyeluruh dengan pengawasan ketat namun tetap mengedepankan pendekatan humanis terhadap warga binaan.
"Penggeledahan dan tes urine ini merupakan langkah nyata penguatan deteksi dini. Kami ingin memastikan tidak ada ruang bagi handphone ilegal, narkotika, maupun barang-barang yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam lapas," ucapnya.
Ia menuturkan petugas menemukan sejumlah barang terlarang di dalam blok hunian seperti sendok stainless, garpu, gunting, gunting kuku, silet, hekter, jarum, paku, peniti, korek api gas, rokok, botol kaca, pisau, hingga hanger besi.
"Sesuai prosedur yang berlaku seluruh barang temuan itu kami amankan untuk disita," sebutnya.
Bagus menyebutkan pihaknya pun melakukan tes urine terhadap 30 warga binaan yang dipilih secara acak.
"Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh warga binaan yang diperiksa dinyatakan negatif narkotika," kata dia.
Menurut dia, operasi penggeledahan dan tes urine tersebut akan terus dilakukan secara berkala di seluruh lapas dan rumah tahanan di Sulawesi Tengah untuk memastikan lingkungan pemasyarakatan tetap aman dan bersih dari praktik Halinar.
"Kami berkomitmen menciptakan lapas dan rutan yang bersih, aman, dan bebas dari handphone ilegal maupun narkoba. Pengawasan akan terus diperkuat secara berkelanjutan," ujarnya.
Pewarta : Moh Salam
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
