Puskesmas Balinggi masuk nominasi FKTP berprestasi nasional 2018

id parimo,puskesmas balinggi,kemenkes

Kepala Dinas Kesehatan Parigi Moutong dr Revry JN Tilaar (Antaranews Sulteng/istimewa)

Parigi (Antaranews Sulteng) - Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Balinggi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, masuk dalam nominasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) berprestasi Tahun 2018 oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan Parigi Moutong Revy J N Tilaar saat dihubungi dari Parigi, Jumat, mengatakan setelah dilakukan akreditasi pada 2017, Puskesmas yang dipimpinya itu mendapat akreditasi Madya dan Dinas Kesehatan Sulteng mengirim Puskesmas Balinggi untuk diseleksi dalam penilaian FKTP berprestasi untuk kategori daerah terpencil.

Menurut dia, Puskesmas Balinggi merupakan satu-satunya pusksmas yang mewakili Sulteng dalam ajang nasional yang pelaksanaan seleksi dilakukan berdasarkan Peraturan Menkes Nomor 25 tahun 2015 tentang seleksi fasilitas kesehatan tingkat pertama berprestasi.

"Ini sebagai penghargaan luar biasa bagi kami dan semoga dapat menjadi motivasi untuk terus memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik lagi ke depan," ucapnya.

Setelah masuk sebagai nominasi FKTP secara nasional itu, tim penilai Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan mendatangi Puskesmas Balinggi untuk melakukan verifikasi pada 2-15 September 2018.

"Semoga hasilnya bisa memberikan tambahan support bagi kami," ujarnya.

Mendapat akreditas madya dari Kemenkes, katanya, tidak semudah yang dibayangkan, karena segala sesuatunya harus memenuhi syarat yang sudah ditetapkan dalam penilaian, di antaranya bentuk pelayanan terhadap pasien, kelengkapan alat kesehatan maupun ketersediaan infrastruktur serta segala bentuk kegiatan puskesmas mengacu pada standar prosedur operasional (SPO).

"Kami akui setelah akreditasi banyaj perubahan terjadi khususnya pada pelayanan pasien," tutur Revy.

Di puskesmas ini terdapat satu dokter umum bertugas menangani pasien, dan puskesmas tersebut hanya memiliki fasilitas rawat jalan.

Pelayanan kesehatan tidak selalu terpusat di rumah sakit atau pusat kesehatan tingkat lanjutan, namun pelayanan kesehatan secara berjenjang dapat dilakukan di puskesmas sesuai dengan kebutuhan medisnya.

Pewarta :
Editor: Fauzi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar