Kakak Ronaldo kecam kegagalan adiknya menangi Ballon Dor

id Elma Aveiro

Saudara Cristiano Ronaldo dari Portugal Elma Aveiro (kiri) bertepuk tangan di akhir peragaan busana toko Elma Aveiro di Funchal di pulau Madeira (REUTERS / Duarte Sa)

Sayangnya kita tinggal di dunia yang busuk, dengan mafia dan uang busuk

Jakarta,  (Antaranews Sulteng) - Kakak kandung bintang sepak bola Portugal Cristiano Ronaldo, Elma Aveiro, mengecam kegagalan adiknya memenangi Ballon d'Or, dan menyebut ada "mafia" dibalik kegagalan tersebut.

Ronaldo berharap bisa mendapatkan Ballon d'Or keenamnya pada upacara pemberian penghargaan yang dilakukan di Paris pada Selasa dini hari WIB.

Namun, pemain Juventus ini harus puas hanya duduk di peringkat kedua, di bawah mantan rekannya di Real Madrid Luka Modric yang terpilih sebagai pemenang.

Pada kesempatan sebelumnya, gelar Pemain Terbaik FIFA milik Ronaldo juga "direbut" oleh Modric pada awal musim ini.

Modric memang mengukir sejumlah prestasi pada tahun ini, dimana ia sukses mengantar Madrid menjuarai Liga Champions untuk ketiga kalinya secara beruntun, serta membawa Kroasia melaju ke final Piala Dunia.

Bagaimanapun, Ronaldo juga memiliki andil yang besar untuk membawa Madrid menguasai Eropa pada musim lalu, sebelum ia mengukir empat gol pada Piala Dunia di Rusia dan kemudian pindah dengan nilai transfer yang besar ke Juventus.

Banyak pihak menilai Ronaldo masih menerapkan standar yang sangat tinggi untuk dirinya, dimana keluarganya tentu saja beranggapan bahwa ia lebih layak mendapat penghargaan bergengsi dari France Football tersebut.

"Sayangnya kita tinggal di dunia yang busuk, dengan mafia dan uang busuk," tulis Aveiro di akun Instagramnya.

"Kekuatan Tuhan lebih besar daripada semua kebusukan ini. Tuhan mengambil waktunya, namun ia tidak gagal."

Kakak kandung Ronaldo yang lain, Katia, juga menggunakan Instagram untuk menyuarakan rasa tidak puasnya. Sambil memasang foto Ronaldo menggenggam penghargaan Ballon d'Or, ia menulis, "Pemain terbaik di dunia... tentu saja hanya bagi mereka yang mengerti sepak bola."

Pewarta :
Editor: Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar