Pertamina diminta tindak tegas pemilik pangkalan elpiji nakal

id Palu,Kota Palu,DPRD Palu,Sulteng,Sandi

Pertamina diminta tindak tegas pemilik pangkalan elpiji nakal

Warga mengantre untuk membeli elpiji tiga kilogram bersubsidi saat pasar murah di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (6/8/2019). Ratusan warga mengantre untuk mendapatkan elpiji 3 kg dengan harga Rp 16.000 per tabung atau sesuai harga eceran tertinggi (HET) menyusul mahalnya elpiji yang dijual pada pengecer terutama menjelang Hari Raya Idul Adha. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/aww.

Palu (ANTARA) - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu, Rizal Dg. Sewang meminta Pertamina dan pemerintah kota menindak tegas pemilik pangkalan-pangkalan elpiji 3 kilogram nakal di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah itu.

Mengingat hingga saat ini banyak warga yang melaporkan dan mengeluhkan ulah pemilik pangkalan elpiji 3 kilogram yang menimbun elpiji yang diperuntukkan bagi masyarakat kalangan bawah dan menjual kepada kalangan menengah-atas dengan harga tinggi.

"Supaya instansi terkait dan pihak Pertamina tolong dievaluasi pangkalan-pangkalan yang nakal. Biasanya mereka simpan elpiji itu untuk keluarganya kemudian dijual dengan harga sangat tinggi di atas HET (Harga Eceran Tertinggi)," kata Rizal merespon keluhan warga dalam kegiatan reses dengan perwkilan warga se Kecamatan Palu Barat dan Ulujadi di Kelurahan Donggala Kodi, Ulujadi, Kamis.

Ia juga mendesak pihak Pertamina agar mencabut izin operasi para pemilik pangkalan tersebut sebab sudah sangat meresahkan dan menyusahkan masyarakat, bukan malah hanya diam dan membiarkan perbuatan melanggar hukum tersebut.

"Untung besar tapi tidak berkah. Insya Allah kita akan tindak lanjut, kalau ada yang nakal cabut izinnya dan kasih kepada orang-orang yang jujur,"pintanya.

Salah satu warga, Mirsanlau dalam kesempatan yang dihadiri ratusan warga itu mengungkapkan kekesalannya terhadap ulah para pemilik pangkalan nakal yang beroperasi di sekitar Kecamatan Palu Barat dan Ulujadi.

"Bayangkan saja, tiga sampai empat kali truk pengangkut epliji 3 kilogram turunkan elpiji di pangkalan-pangkalan. Begitu truknya pergi dan kami mau beli elpiji, pemilik pangkalan bilang habis," ucapnya.

Ulah tersebut, akunya, tidak hanya dilakukan sekali oleh para oknum pemilik pangkalan, tapi berkali-kali.

Namun apa daya, ia mengaku tidak dapat berbuat banyak melihat ulah tersebut dan hanya bisa pasrah sembari mencari pangkalan lain yang tidak menimbun epliji 3 kilogram dan menjualnya dengan HET.

"Kami di sini di kelilingi pangkalan elpiji 3 kilogram, tapi minta ampun susanya mencari di pengkalan milik mereka,"keluhnya.
 
Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar