
Harga Kakao Di Palu Turun

...kakao tercatat sebagai penyumbang devisa terbesar untuk Sulteng."
Palu (antarasulteng.com) - Harga kakao kering di tingkat pedagang pengumpul di Palu, Sulawesi Tengah, beberapa hari ini turun rata-rata Rp200 perkilogram dibanding harga pekan lalu.
Rendy, seorang pengumpul hasil bumi di Palu, Jumat, mengatakan harga pembelian pedagang terhadap komoditas ekspor itu saat ini berkisar Rp19.800,00 per kilogram atau turun dari sebelumnya Rp20.000,00.
Ia mengatakan pedagang dalam mematok harga pembelian selalu berdasarkan kondisi harga di tingkat pengekspor.
Naik-turunnya harga komoditas perkebunan itu tergantung dari perkembangan harga pembelian pengekspor.
Hal senada juga disampaikan Rudi, pedagang di bilangan Jln Towua, Palu Selatan bahwa harga turun pada saat petani sedang memasuki masa panen besar.
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah Perindustrain dan Perdagangan Sulteng Toni Muhamad membenarkan harga kakao di pasaran pekan ini turun dibandingkan sebelumnya.
"Harga kakao di pasaran bisa setiap saat berubah mengikuti perkembangan harga di pasar internasional," katanya.
Kakao, kata dia, masih merupakan komoditas unggulan ekspor nonmigas Sulteng. Selama ini, komoditas itu tercatat sebagai penyumbang devisa terbesar.
Sekitar 75 persen dari realisasi perolehan devisa ekspor nonmigas Sulteng selama ini disubangkan dari komoditas kakao.
Setiap tahunnya, para eksportir Sulteng mengekspor biji kakao ke berbagai negara di kawasan Asia, Eropa,dan Amerika diatas 100.000 ton.
Kakao tetap menjadi produk ekspor unggulan Sulteng yang diharapkan pada 2011 ini kembali menyumbangkan devisa terbesar. (BK03)
Pewarta : Anas Masa
Editor:
Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
