Pabrik CPO Akan Dibangun 2015 di Tolitoli
Senin, 18 Juni 2012 17:54 WIB
Truk mengangkut tandan sawit. (ANTARA/Andika Wahyu)
Palu - PT. Satya Bangun Persada menargetkan akhir 2015 akan membangun pabrik pengolahan minyak sawit (crude palm oil/CPO) di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, menyusul beroperasinya pembukaan lahan perkebunan sawit di daerah itu.
Direktur Operasional PT. Satya Bangun Persada, Tjabani di Palu, Senin, mengatakan dari 20 ribu hektare perkebunan sawit di daerah itu sebagian sudah memasuki tahapan pembersihan lahan.
"Sekarang sudah tahap pembibitan. Usia bibit sudah berkisar tujuh bulan. Sekarang kami pesan lagi bibitnya dari perusahaan," kata Tjabani.
Dia mengatakan, direncanakan penanaman perdana akan dilakukan akhir 2012 dengan target lahan sekitar 700 hektare.
Menurut Tjabani, dari 20 ribu haktare izin lahan yang dikantongi tidak boleh sekaligus diolah karena bisa mengancam erosi. Makanya, kata Tjabani, lahan akan diolah secara bertahap sesuai ketentuan berlaku.
"Petani sekarang sudah bekerja membuka lahan yang ada, sehingga diperkirakan 1,7 tahun sampai dua tahun setelah penanaman kita sudah bisa produksi," katanya.
Dia mengatakan investasi di sektor perkebunan sawit tersebut cukup tinggi karena setiap hektarenya menghabiskan biaya sampai Rp38 juta.
"Itu di luar biaya pemeliharaan," katanya.
Tjabani memperkirakan, dalam tempo dua tahun pasca penanaman, pabrik pengolahan CPO juga sudah beroperasi.
Dia mengatakan, konsekuensi dari perkebunan sawit yang luas harus dibangun dengan pabrik pengolahannya agar bisa menyerap tenaga kerja yang lebih banyak lagi.
"Tujuan kita agar lahan tidur bisa kita manfaatkan untuk kepentingan ekonomi masyarakat. Jadi, ini bukan investasi main-main," katanya.(A055)
Direktur Operasional PT. Satya Bangun Persada, Tjabani di Palu, Senin, mengatakan dari 20 ribu hektare perkebunan sawit di daerah itu sebagian sudah memasuki tahapan pembersihan lahan.
"Sekarang sudah tahap pembibitan. Usia bibit sudah berkisar tujuh bulan. Sekarang kami pesan lagi bibitnya dari perusahaan," kata Tjabani.
Dia mengatakan, direncanakan penanaman perdana akan dilakukan akhir 2012 dengan target lahan sekitar 700 hektare.
Menurut Tjabani, dari 20 ribu haktare izin lahan yang dikantongi tidak boleh sekaligus diolah karena bisa mengancam erosi. Makanya, kata Tjabani, lahan akan diolah secara bertahap sesuai ketentuan berlaku.
"Petani sekarang sudah bekerja membuka lahan yang ada, sehingga diperkirakan 1,7 tahun sampai dua tahun setelah penanaman kita sudah bisa produksi," katanya.
Dia mengatakan investasi di sektor perkebunan sawit tersebut cukup tinggi karena setiap hektarenya menghabiskan biaya sampai Rp38 juta.
"Itu di luar biaya pemeliharaan," katanya.
Tjabani memperkirakan, dalam tempo dua tahun pasca penanaman, pabrik pengolahan CPO juga sudah beroperasi.
Dia mengatakan, konsekuensi dari perkebunan sawit yang luas harus dibangun dengan pabrik pengolahannya agar bisa menyerap tenaga kerja yang lebih banyak lagi.
"Tujuan kita agar lahan tidur bisa kita manfaatkan untuk kepentingan ekonomi masyarakat. Jadi, ini bukan investasi main-main," katanya.(A055)
Pewarta :
Editor : Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
All New Honda Vario 125 resmi meluncur di Tolitoli, awali 2026 dengan semangat "Step Up"
05 February 2026 9:46 WIB
Pangdam XXIII/Palaka Wira tinjau progres pembangunan KDKMP di kabupaten Tolitoli
16 January 2026 8:11 WIB
Terpopuler - Ekonomi Keuangan
Lihat Juga
Pasokan beras di Palu masih lancar meskipun belum puncak panen padi
23 February 2020 18:36 WIB, 2020
SKK Migas bantu kapal ikan untuk nelayan Donggala, JOB-Tomori sumbang 3 kapal
21 February 2020 11:54 WIB, 2020
Citra Nuansa Elok investasikan Rp325 miliar bangun kembali Mall Tatura
21 February 2020 0:08 WIB, 2020
Presiden Jokowi ingin promosikan nikel Indonesia dalam Hanover Messe Jerman
17 February 2020 17:29 WIB, 2020