Sulteng Butuh 2.318 Petugas Sensus Ekonomi 2016
Rabu, 6 Januari 2016 13:18 WIB
Sensus Ekonomi 2016 (antaranews)
Palu, (antarasulteng.com) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah membutuhkan sekitar 2.318 orang petugas Sensus Ekonomi yang akan dimulai Mei 2016 di 13 kabupaten dan kota.
Kepala BPS Sulteng JB Priyono di Palu, Rabu mengatakan kebutuhan petugas terbagi menjadi dua bagian yakni pencacah lapangan (PCL) dan pemeriksa lapangan (PML).
"Untuk PCL kami membutuhkan sekitar 1.697 orang dan PML sekitar 621 orang," ungkapnya.
Ia menjelaskan rincian kebutuhan petugas tersebut yakni Kabupaten Banggai Kepulauan 80 orang, Banggai 293 orang, Morowali 79 orang, Poso 174 orang, Donggala 165 orang, Tolitoli 181 orang, Buol 105 orang, Parigi Moutong 255 orang, Tojo Una-una 127 orang, Sigi 139 orang, Banggai laut 50 orang, Morowali Utara 89 orang dan Kota Palu 581 orang.
"Untuk daerah terberat yakni Kota Palu dan Banggai, karena pusat perekonomian berada di daerah tersebut," ujarnya.
Kata dia, beban tugas masing-masing daerah juga berbeda, karena karakter wilayah dan perekonomian setempat sehingga semakin padat suatu wilayah juga membutuhkan jumlah petugas yang semakin besar.
Secara nasional, menurut dia, SE2016 merupakan sensus terberat, selain dilaksanakan setiap 10 tahun sekali, juga banyaknya sektor usaha yang akan disurvey.
Dari 17 sektor usaha, hanya sektor pertanian saja yang tidak dilakukan sensus.
"Sehingga kebutuhan petugas sangat besar secara nasional petugas sensus dibutuhkan sekitar 400 ribuan orang," katanya.
Selain itu, kata dia, pelaksanaan sensus yang dilaksanakan kali ini, bertujuan untuk mengumpulkan data ekonomi bagi kepentingan seluruh pengambil kebijakan.
Sementara itu terkait kesiapan saat ini, pihaknya telah menyelesaikan sekumlah instrumen yang dibutuhkan seperti daftar pertanyaan yang akan diimplementasikan nantinya.
Selain itu, di 2015 telah dilaksanakan studi kuisioner dan instrumen lainnya seperti metodolgi kebutuhan petugas sensus.
Beberapa waktu lalu BPS Sulteng telah melaksanakan seminar sehari dalam rangka sosialisasi pelaksanaan sensus ekonomi 2016.
Kegiatan yang diikuti oleh seluruh usaha dan perusahaan non pemerintah, pelaku usaha, pemerintah, lembaga nirlaba, koorporasi, perbankan dan rumah tangga.
Seminar yang mengangkat tema "Menyediakan informasi statistik untuk pengembangan daya saing usaha", diikuti oleh ratusan peserta yang antusias untuk mendapatkan informasi terkait SE2016.
Kepala BPS Sulteng JB Priyono di Palu, Rabu mengatakan kebutuhan petugas terbagi menjadi dua bagian yakni pencacah lapangan (PCL) dan pemeriksa lapangan (PML).
"Untuk PCL kami membutuhkan sekitar 1.697 orang dan PML sekitar 621 orang," ungkapnya.
Ia menjelaskan rincian kebutuhan petugas tersebut yakni Kabupaten Banggai Kepulauan 80 orang, Banggai 293 orang, Morowali 79 orang, Poso 174 orang, Donggala 165 orang, Tolitoli 181 orang, Buol 105 orang, Parigi Moutong 255 orang, Tojo Una-una 127 orang, Sigi 139 orang, Banggai laut 50 orang, Morowali Utara 89 orang dan Kota Palu 581 orang.
"Untuk daerah terberat yakni Kota Palu dan Banggai, karena pusat perekonomian berada di daerah tersebut," ujarnya.
Kata dia, beban tugas masing-masing daerah juga berbeda, karena karakter wilayah dan perekonomian setempat sehingga semakin padat suatu wilayah juga membutuhkan jumlah petugas yang semakin besar.
Secara nasional, menurut dia, SE2016 merupakan sensus terberat, selain dilaksanakan setiap 10 tahun sekali, juga banyaknya sektor usaha yang akan disurvey.
Dari 17 sektor usaha, hanya sektor pertanian saja yang tidak dilakukan sensus.
"Sehingga kebutuhan petugas sangat besar secara nasional petugas sensus dibutuhkan sekitar 400 ribuan orang," katanya.
Selain itu, kata dia, pelaksanaan sensus yang dilaksanakan kali ini, bertujuan untuk mengumpulkan data ekonomi bagi kepentingan seluruh pengambil kebijakan.
Sementara itu terkait kesiapan saat ini, pihaknya telah menyelesaikan sekumlah instrumen yang dibutuhkan seperti daftar pertanyaan yang akan diimplementasikan nantinya.
Selain itu, di 2015 telah dilaksanakan studi kuisioner dan instrumen lainnya seperti metodolgi kebutuhan petugas sensus.
Beberapa waktu lalu BPS Sulteng telah melaksanakan seminar sehari dalam rangka sosialisasi pelaksanaan sensus ekonomi 2016.
Kegiatan yang diikuti oleh seluruh usaha dan perusahaan non pemerintah, pelaku usaha, pemerintah, lembaga nirlaba, koorporasi, perbankan dan rumah tangga.
Seminar yang mengangkat tema "Menyediakan informasi statistik untuk pengembangan daya saing usaha", diikuti oleh ratusan peserta yang antusias untuk mendapatkan informasi terkait SE2016.
Pewarta : Fauzi
Editor : Rolex Malaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Anleg DPRD Sulteng soroti tambang ilegal Parimo, dorong solusi ekonomi berbasis potensi lokal
30 March 2026 14:49 WIB
CSR IMIP dorong UMKM Ecoprint Bahomakmur, jadi peluang ekonomi kreatif warga
16 March 2026 20:26 WIB
Terpopuler - Ekonomi Keuangan
Lihat Juga
Pasokan beras di Palu masih lancar meskipun belum puncak panen padi
23 February 2020 18:36 WIB, 2020
SKK Migas bantu kapal ikan untuk nelayan Donggala, JOB-Tomori sumbang 3 kapal
21 February 2020 11:54 WIB, 2020
Citra Nuansa Elok investasikan Rp325 miliar bangun kembali Mall Tatura
21 February 2020 0:08 WIB, 2020
Presiden Jokowi ingin promosikan nikel Indonesia dalam Hanover Messe Jerman
17 February 2020 17:29 WIB, 2020