MUI: Jadilah Islam Yang Rahmatan Lil Alamin
Selasa, 24 Mei 2016 21:03 WIB
Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu yang juga Ketua Majelis ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Prof DR Zainal Abidin saat memberikan ceramah agama di auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong (Parimo), Jumat (29/1/2016) (Foto : Humas Parimo)
Palu, (antarasulteng.com) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, mengajak kepada umat Islam untuk menjadi penganut agama yang mengimplementasikan nilai-nilai rahmatan lil alamin.
Ketua MUI Kota Palu Prof Dr H Zainal Abidin M Ag di Palu, Selasa, menyatakan Islam adalah Rahmatan Lil Alamin yang sangat toleran, menjunjung tinggi, menghargai nilai-nilai kemanusiaan dan perbedaan.
"Jadilah Islam yang Rahmatan Lil Alamin, jangan menjadi Islam yang tidak bisa bersahat, bergaul dan menerima perbedaan pendapat, perbedaan keyakinan, budaya dan perbedaan lainnya," ungkap Prof Zainal Abidin.
Dirinya menyebut umat Islam perlu merubah cara berpikir dan menambah wawasan keagamaan, yaitu dengan mempelajari semua faham dan aliran kepercayaan yang ada dan tidak bertentangan dengan Alqur`an dan Hadits.
Hal itu agar sebahagian kalangan umat Islam yang cenderung menyalahkan faham, aliran kepercayaan, agama yang dianut sekelompok orang, dapat mengetahui dan memahami munculnya perbedaan dimuka bumi.
Sehingga, kata dia, kalangan umat Islam lainnya yang cenderung menyelesaikan masalah dengan kekerasan yang dianggap jihad, dapat merubah kembali cara berpikirnya untuk menerima perbedaan yang terjadi.
"Perlu ada perubahan pola pikir bagi sebahagian kawan - kawan seaqidah, yang cenderung menyalahkan faham, aliran dan agama sekelompok orang, dengan cara mempelajari semua faham dan pendapat yang ada di muka bumi," sebutnya.
Dirinya menegaskan, jika seorang muslim hanya mempelajari satu pendapat atau satu faham dan satu dalil, boleh menganggap pendapat dan faham yang dipelajari sebagai hal yang paling benar.
Namun jangan menyalahkan faham dan agama serta aliran yang dianut oleh penganut lain, sebab tidak bisa menyalahkan orang lain hanya karena berpegangan pada satu pendapat dan satu dalil.
Bahkan, kata dia, menyalahkan orang penganut faham, aliran dan agama tertentu, bukanlah kewenangan manusia. Melainkan hal itu adalah kewenangan sang pencipta, maka biarkanlah sang pencipa yang menentukan.
"kelemahan umat Islam saat ini yaitu terlalu cepat mengambil kesimpulan dan mengklaim pihak lain sebagai pihak yang salah. Hal itu terjadi dikarenakan minimnya kualitas pemahaman terhadap agama," ujarnya.
Ketua MUI Kota Palu Prof Dr H Zainal Abidin M Ag di Palu, Selasa, menyatakan Islam adalah Rahmatan Lil Alamin yang sangat toleran, menjunjung tinggi, menghargai nilai-nilai kemanusiaan dan perbedaan.
"Jadilah Islam yang Rahmatan Lil Alamin, jangan menjadi Islam yang tidak bisa bersahat, bergaul dan menerima perbedaan pendapat, perbedaan keyakinan, budaya dan perbedaan lainnya," ungkap Prof Zainal Abidin.
Dirinya menyebut umat Islam perlu merubah cara berpikir dan menambah wawasan keagamaan, yaitu dengan mempelajari semua faham dan aliran kepercayaan yang ada dan tidak bertentangan dengan Alqur`an dan Hadits.
Hal itu agar sebahagian kalangan umat Islam yang cenderung menyalahkan faham, aliran kepercayaan, agama yang dianut sekelompok orang, dapat mengetahui dan memahami munculnya perbedaan dimuka bumi.
Sehingga, kata dia, kalangan umat Islam lainnya yang cenderung menyelesaikan masalah dengan kekerasan yang dianggap jihad, dapat merubah kembali cara berpikirnya untuk menerima perbedaan yang terjadi.
"Perlu ada perubahan pola pikir bagi sebahagian kawan - kawan seaqidah, yang cenderung menyalahkan faham, aliran dan agama sekelompok orang, dengan cara mempelajari semua faham dan pendapat yang ada di muka bumi," sebutnya.
Dirinya menegaskan, jika seorang muslim hanya mempelajari satu pendapat atau satu faham dan satu dalil, boleh menganggap pendapat dan faham yang dipelajari sebagai hal yang paling benar.
Namun jangan menyalahkan faham dan agama serta aliran yang dianut oleh penganut lain, sebab tidak bisa menyalahkan orang lain hanya karena berpegangan pada satu pendapat dan satu dalil.
Bahkan, kata dia, menyalahkan orang penganut faham, aliran dan agama tertentu, bukanlah kewenangan manusia. Melainkan hal itu adalah kewenangan sang pencipta, maka biarkanlah sang pencipa yang menentukan.
"kelemahan umat Islam saat ini yaitu terlalu cepat mengambil kesimpulan dan mengklaim pihak lain sebagai pihak yang salah. Hal itu terjadi dikarenakan minimnya kualitas pemahaman terhadap agama," ujarnya.
Pewarta : Muhammad Hajiji
Editor : Rolex Malaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
MUI Palu: Masyarakat harus kendalikan nalar agar agama dipahami sesuai nilai kemanusiaan
30 September 2025 21:59 WIB
BBTNLL mendapat dukungan MUI Sulteng guna pelestarian alam dan lingkungan
10 February 2025 21:33 WIB
Terpopuler - Sulteng
Lihat Juga
200-an kontraktor proyek Pemprov Sulteng belum ikutkan karyawannya ke BPJamsostek
21 February 2020 11:49 WIB, 2020
Hanura rekomendasikan Hadianto-Reni berpasangan di Pilkada Kota Palu
21 February 2020 0:05 WIB, 2020