Jakarta (ANTARA) - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi mendukung kolaborasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menggerakkan ekonomi masyarakat di tapak termasuk lewat Koperasi Merah Putih.
Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi Deva Rachman dalam Rapat Kerja Lembaga Penggerak Ekonomi Umat (LPEU) dan Penguatan Pembinaan Koperasi di Jakarta, Jumat, mengatakan MUI memiliki tangan dan kaki sampai ke tingkat yang paling bawah di kabupaten/kota.LPDB Koperasi siap kolaborasi dengan MUI gerakkan ekonomi umat
Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi Deva Rachman (keempat kiri) dan Ketua MUI Bidang Ekonomi M. Azrul Tanjung (ketiga kanan) dalam Rapat Kerja Lembaga Penggerak Ekonomi Umat (LPEU) dan Penguatan Pembinaan Koperasi di Jakarta, Jumat (19/12/2025) ANTARA/Prisca Triferna
"Sekarang pemerintah sudah mempunyai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), di situlah letak kolaborasi dari Majelis Ulama Indonesia dan saya berharap bisa berkolaborasi dengan LPDB Koperasi, Kementerian Koperasi dan kementerian-kementerian lainnya," kata Deva.
"Kita sama-sama menyejahterakan umat, memajukan dan mengembalikan marwah dari pedesaan untuk mempunyai ekonomi yang baik," tambahnya.
Dia menjelaskan bahwa sejak 2008, lembaga yang berada di bawah Kementerian Koperasi itu sudah menyalurkan sebanyak Rp20 triliun dan akan disalurkan sebanyak Rp1,6 triliun.
Saat ini dana tersebut memang lebih banyak disampaikan ke koperasi simpan pinjam tapi ke depan, Menteri Koperasi Ferry Juliantono berencana disalurkan ke koperasi sektoril.
"Ke depan InsyaAllah tahun depan kami akan menggulirkan sebanyak Rp2 triliun untuk fokus ke sektoril dengan banyak fokus yang ingin saya sampaikan juga nanti. Salah satunya adalah pertambangan, pertanian, kemudian ada pengolahan susu, jadi kita memang fokus kepada sektor-sektor yang untuk membantu perekonomian di daerah terutama program-program strategis pemerintah yaitu seperti KDKMP dan MBG," jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua MUI Bidang Ekonomi M. Azrul Tanjung mengatakan MUI sudah mencanangkan gerakan ulama untuk ekonom umat sejak 16 tahun lalu.
Untuk mendukung hal tersebut, dia mengimbau agar dilakukan penguatan termasuk dalam unit koperasi di bawah MUI.
"Ke depan kita berharap koperasi-koperasi kita ini betul-betul mengurusi kepentingan-kepentingan ekonomi anggota. Khususnya di bidang keuangan, syukur-syukur, juga bisa bergerak di bidang sektoril seperti industri," tuturnya.
