
SAR Palu temukan nelayan hilang di perairan Parigi Moutong dalam kondisi selamat

Palu (ANTARA) - Tim SAR gabungan menemukan nelayan bernama Syamun (36) yang sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut di perairan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah dalam kondisi selamat.
Kasat Polairud Polres Parigi Moutong IPTU Gigih Winanda dalam keterangan di Palu, Rabu, menjelaskan korban dilaporkan tidak kembali ke darat setelah melaut di sekitar rompon, sehingga memicu kekhawatiran keluarga dan nelayan setempat yang kemudian melaporkan kejadian tersebut.
Setelah menerima laporan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Basarnas dan unsur terkait untuk melaksanakan operasi pencarian.
“Begitu menerima informasi adanya nelayan yang belum kembali dari melaut, kami langsung mengerahkan personel Satpolairud dan berkoordinasi dengan Ditpolairud Polda Sulteng serta Basarnas Pos Parigi untuk melakukan operasi SAR gabungan,” katanya.
Operasi SAR gabungan melibatkan personel Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Parigi Moutong, Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Tengah, Basarnas Pos Parigi, serta seorang nelayan yang menjadi saksi melihat terakhir keberadaan korban.
Ia menjelaskan pencarian dilakukan dengan metode penyisiran di sekitar lokasi rompon tempat korban terakhir terlihat, kemudian diperluas dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan arus laut.
“Pencarian kami lakukan secara bertahap dan terukur, menyisir area sekitar rompon hingga memperluas radius pencarian. Faktor cuaca dan arus laut menjadi perhatian utama dalam operasi ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan upaya pencarian tersebut akhirnya membuahkan hasil, di mana korban Syamun berhasil ditemukan dalam keadaan selamat dan selanjutnya dievakuasi ke darat. Berdasarkan pemeriksaan awal, korban tidak mengalami kondisi yang membahayakan nyawanya.
Oleh karena itu, ia juga mengimbau para nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan saat melaut.
“Kami mengimbau seluruh nelayan agar memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut, menggunakan alat keselamatan seperti pelampung, membawa alat komunikasi, serta tidak melaut seorang diri tanpa pengawasan,” katanya.
Ia meminta nelayan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila terjadi kondisi darurat atau keterlambatan yang tidak wajar saat berada di laut.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
