
Tim PKM-UWN edukasi lansia penderita diabetes cegah komplikasi luka

Palu (ANTARA) - Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Widya Nusantara (UWN) Palu memberikan edukasi perawatan kaki kepada puluhan lansia penderita diabetes melitus (DM) di Kelurahan Lere, Kota Palu, guna mencegah risiko luka dan komplikasi akibat penyakit tersebut.
Ketua Tim Hibah Pengabdian Masyarakat UWN Palu Elin Hidayat, di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis, mengatakan edukasi tersebut dilakukan karena luka pada penderita diabetes berisiko berkembang menjadi kondisi serius apabila tidak ditangani sejak dini.
“Hari ini kami melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat terkait bagaimana cara mencegah jangan sampai terjadi luka pada pasien dengan diabetes melitus, karena kita ketahui bersama bahwa luka yang terjadi akibat penyakit diabetes melitus itu sangat sulit sembuh,” katanya.
Ia menjelaskan luka pada penderita diabetes umumnya berawal dari luka kecil yang kemudian berkembang menjadi luka besar dan sulit ditangani apabila pasien tidak melakukan perawatan secara tepat.
Oleh karena itu, tim PKM melakukan penyuluhan mengenai pentingnya menjaga kebersihan kaki, pemeriksaan kaki secara rutin, hingga menjaga pola makan untuk membantu mengontrol kadar gula darah.
“Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk membantu masyarakat, kita melakukan penyuluhan, melakukan pencegahan, dan kemudian kita berikan alat-alat yang digunakan untuk mereka di rumah dalam mencegah luka diabetes,” ujarnya.
Elin mengatakan program tersebut menyasar seluruh penderita diabetes melitus, meskipun mayoritas peserta yang hadir merupakan kelompok lansia karena diabetes melitus tipe dua banyak dialami usia lanjut.
Menurut dia, Kelurahan Lere dipilih sebagai lokasi program karena prevalensi penderita diabetes di wilayah tersebut terus meningkat setiap tahun.
Berdasarkan data yang diperoleh tim dari Dinas Kesehatan Kota Palu, jumlah penderita diabetes per 2025 di wilayah itu tercatat lebih dari seribu orang.
Sementara itu, kata dia, Kelurahan Lere merupakan salah satu daerah dengan prevalensi penyakit diabetes melitus yang terus meningkat setiap tahunnya..
Ia menambahkan, program pendampingan tersebut akan berlangsung selama enam bulan. Pada tahap awal, tim melakukan skrining kesehatan, penyuluhan, serta pembagian alat perawatan mandiri, kemudian dilanjutkan pemantauan rutin terhadap peserta program.
“Bulan kedua, ketiga, sampai bulan keenam kita akan observasi terus, kita akan pantau terus selama enam bulan itu jangan sampai terjadi luka pada pasien-pasien dengan diabetes melitus,” katanya.
Ia mengatakan, melalui edukasi dan pendampingan tersebut, masyarakat penderita diabetes melitus diharapkan semakin memahami pentingnya perawatan mandiri guna menekan risiko komplikasi akibat penyakit diabetes.
Sebanyak 40 pasien diabetes melitus menjadi sasaran pendampingan dalam program tersebut. Kegiatan yang bekerja sama dengan Posyandu Lansia Kelurahan Lere itu juga dirangkaikan dengan pemberian alat perawatan mandiri bagi pasien diabetes, seperti buku log harian, cermin, salep, sabun, senter, kikir kaki, dan gunting kuku.
Kegiatan itu juga mendapat dukungan hibah Pengabdian Kepada Masyarakat dari Kemendiktisaintek melalui DPPM LLDIKTI Wilayah XVI.
Salah seorang warga Kelurahan Lere, Risman,mengaku edukasi yang diberikan membantu masyarakat memahami cara pencegahan komplikasi penyakit diabetes, khususnya terkait pola makan dan perawatan kaki.
“Kalau penyuluhannya itu memang bagus, karena kami masyarakat awam kan banyak yang belum tahu. Dengan adanya penyuluhan seperti ini itu sangat membantu masyarakat untuk menyembuhkan atau mengatasi masalah penyakit diabetes tadi,” katanya.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
