Palu Deflasi 0,41 Persen Agustus 2016
Jumat, 2 September 2016 12:50 WIB
Badan Pusat Statistik (antara)
Palu, (antarasulteng.com) - Kota Palu pada Agustus mengalami deflasi sebesar 0,41 persen, menempati urutan ke-6 deflasi tertinggi di kawasan timur Indonesia dan ke-19 secara nasional.
Kepala BPS Sulteng Faizal Anwar mengemukakan di Palu, Jumat, deflasi terjadi karena turunnya indeks harga pada kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar 1,45 persen, transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,82 persen serta makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,01 persen.
Selain itu kata Faizal, sejumlah komoditas yang memiliki andil penyebab deflasi antara lain tarif angkutan udara sebesar 0,17 persen, ikan selar 0,13 persen, ikan mujair 0,11 persen, telur ayam ras 0,05 persen, ikan cakalang 0,03 persen, ikan ekor kuning 0,03 persen, tomat buah 0,03 persen, wortel 0,03 persen, bawang putih 0,02 persen dan besi beton 0,02 persen.
"Untuk kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga selama Agustus relatif stabil," ujarnya.
Sementara itu, beberapa kelompok pengeluaran juga megalami kenaikan indeks harga seperti perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,15 persen, diikuti kelompok sandang 0,11 persen dan kesehatan sebesar 0,03 persen.
Dari 18 kota di wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua), 13 kota yang mengalami deflasi dengan daerah tertinggi di Kota Pare-Pare 0,80 persen, diikuti Mamuju 0,79 persen, Bau-Bau 0,72 persen, Makassar 0,45 persen, Palopo 0,42 persen, Palu 0,41 persen.
Selama Agustus 2016, deflasi secara nasional berada pada angka 0,02 persen. Sejumlah kota yang mengalami deflasi antara lain Kupang 0,87 persen, Pare-Pare 0,80 persen, Mamuju 0,79 persen, Bau-Bau 0,72 persen, Tanjung Pandan 0,58 persen, Kediri 0,57 persen, Tanung 0,53 persen, Madiun 0,52 persen, Purwokerto 0,51 persen, Bandung 0,49 persen, Kudus 0,48 persen, Tegal 0,45 persen, Makassar 0,45 persen dan kota lainnya di bawah 0,45 persen.
Kepala BPS Sulteng Faizal Anwar mengemukakan di Palu, Jumat, deflasi terjadi karena turunnya indeks harga pada kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar 1,45 persen, transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,82 persen serta makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,01 persen.
Selain itu kata Faizal, sejumlah komoditas yang memiliki andil penyebab deflasi antara lain tarif angkutan udara sebesar 0,17 persen, ikan selar 0,13 persen, ikan mujair 0,11 persen, telur ayam ras 0,05 persen, ikan cakalang 0,03 persen, ikan ekor kuning 0,03 persen, tomat buah 0,03 persen, wortel 0,03 persen, bawang putih 0,02 persen dan besi beton 0,02 persen.
"Untuk kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga selama Agustus relatif stabil," ujarnya.
Sementara itu, beberapa kelompok pengeluaran juga megalami kenaikan indeks harga seperti perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,15 persen, diikuti kelompok sandang 0,11 persen dan kesehatan sebesar 0,03 persen.
Dari 18 kota di wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua), 13 kota yang mengalami deflasi dengan daerah tertinggi di Kota Pare-Pare 0,80 persen, diikuti Mamuju 0,79 persen, Bau-Bau 0,72 persen, Makassar 0,45 persen, Palopo 0,42 persen, Palu 0,41 persen.
Selama Agustus 2016, deflasi secara nasional berada pada angka 0,02 persen. Sejumlah kota yang mengalami deflasi antara lain Kupang 0,87 persen, Pare-Pare 0,80 persen, Mamuju 0,79 persen, Bau-Bau 0,72 persen, Tanjung Pandan 0,58 persen, Kediri 0,57 persen, Tanung 0,53 persen, Madiun 0,52 persen, Purwokerto 0,51 persen, Bandung 0,49 persen, Kudus 0,48 persen, Tegal 0,45 persen, Makassar 0,45 persen dan kota lainnya di bawah 0,45 persen.
Pewarta : Fauzi
Editor : Rolex Malaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Palu dan BPS perkuat kelola data statistik untuk pembangunan daerah
29 November 2025 13:22 WIB
Polres Parigi Moutong perkuat peran Bhabinkamtibmas dukung pelayanan publik
30 September 2025 19:15 WIB
Terpopuler - Ekonomi Keuangan
Lihat Juga
Pasokan beras di Palu masih lancar meskipun belum puncak panen padi
23 February 2020 18:36 WIB, 2020
SKK Migas bantu kapal ikan untuk nelayan Donggala, JOB-Tomori sumbang 3 kapal
21 February 2020 11:54 WIB, 2020
Citra Nuansa Elok investasikan Rp325 miliar bangun kembali Mall Tatura
21 February 2020 0:08 WIB, 2020
Presiden Jokowi ingin promosikan nikel Indonesia dalam Hanover Messe Jerman
17 February 2020 17:29 WIB, 2020