Indonesia siap hadapi dampak kenaikan suku bunga AS
Kamis, 15 Desember 2016 22:41 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani (ANTARA/M Agung Rajasa)
Jakarta (antarasulteng.com) - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan fondasi ekonomi Indonesia cukup kuat untuk menghadapi sentimen negatif akibat kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).
"Ini sudah memberikan suatu fondasi yang solid sehingga Indonesia bisa dibedakan dari negara-negara lain dalam arti positif," ujar Sri Mulyani usai menjadi pembicara dalam "Indonesia Economic Outlook 2017" yang diselenggarakan Partai Golkar di Jakarta, Kamis.
Sebagai negara berkembang dengan pasar domestik yang kuat dan pertumbuhan yang cukup tinggi, kata Menkeu, posisi Indonesia terbilang cukup istimewa dibandingkan negara-negara berkembang lainnya.
Fondasi ekonomi juga didukung dengan langkah-langkah penyehatan fiskal seperti penerbitan surat utang negara sebesar 3,5 miliar dolar AS pada awal 2016 dengan yield yang jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu.
Selain itu, pemerintah memprediksi akan menutup APBN 2016 dengan defisit sekitar 2,5-2,7 persen, pertumbuhan sekitar 5 persen, peningkatan cadangan devisa serta neraca berjalan dan neraca modal yang terjaga.
Kualitas pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditunjukkan dengan kenaikan belanja infrastruktur, subsidi yang lebih tepat sasaran, kenaikan belanja untuk peningkatan kualitas SDM dan pengentasan kemiskinan, disebut Menkeu menumbuhkan harapan bagi para pelaku pasar bahwa tingkat permintaan dalam perekonomian Indonesia akan tetap tumbuh.
"Investasi pemerintah tujuannya untuk menciptakan demand tetap terjaga, dengan demikian kita punya kredibilitas dan sentimen positif tetap bisa kita jaga," tutur Menkeu.
Sebelumnya, The Fed memutuskan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin dari kisaran 0,25 persen menjadi 0,5 persen
Peningkatan suku bunga tersebut didorong ekspansi ekonomi, penguatan pasar tenaga kerja, dan peningkatan inflasi.
Dengan menaikkan suku bunga acuan, The Fed memprediksi pertumbuhan ekonomi AS dapat tumbuh hingga 2,1 persen pada 2017, atau satu persentase poin lebih tinggi daripada pertumbuhan tahun ini sebesar 1,9 persen.
"Ini sudah memberikan suatu fondasi yang solid sehingga Indonesia bisa dibedakan dari negara-negara lain dalam arti positif," ujar Sri Mulyani usai menjadi pembicara dalam "Indonesia Economic Outlook 2017" yang diselenggarakan Partai Golkar di Jakarta, Kamis.
Sebagai negara berkembang dengan pasar domestik yang kuat dan pertumbuhan yang cukup tinggi, kata Menkeu, posisi Indonesia terbilang cukup istimewa dibandingkan negara-negara berkembang lainnya.
Fondasi ekonomi juga didukung dengan langkah-langkah penyehatan fiskal seperti penerbitan surat utang negara sebesar 3,5 miliar dolar AS pada awal 2016 dengan yield yang jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu.
Selain itu, pemerintah memprediksi akan menutup APBN 2016 dengan defisit sekitar 2,5-2,7 persen, pertumbuhan sekitar 5 persen, peningkatan cadangan devisa serta neraca berjalan dan neraca modal yang terjaga.
Kualitas pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditunjukkan dengan kenaikan belanja infrastruktur, subsidi yang lebih tepat sasaran, kenaikan belanja untuk peningkatan kualitas SDM dan pengentasan kemiskinan, disebut Menkeu menumbuhkan harapan bagi para pelaku pasar bahwa tingkat permintaan dalam perekonomian Indonesia akan tetap tumbuh.
"Investasi pemerintah tujuannya untuk menciptakan demand tetap terjaga, dengan demikian kita punya kredibilitas dan sentimen positif tetap bisa kita jaga," tutur Menkeu.
Sebelumnya, The Fed memutuskan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin dari kisaran 0,25 persen menjadi 0,5 persen
Peningkatan suku bunga tersebut didorong ekspansi ekonomi, penguatan pasar tenaga kerja, dan peningkatan inflasi.
Dengan menaikkan suku bunga acuan, The Fed memprediksi pertumbuhan ekonomi AS dapat tumbuh hingga 2,1 persen pada 2017, atau satu persentase poin lebih tinggi daripada pertumbuhan tahun ini sebesar 1,9 persen.
Pewarta : Yashinta Difa
Editor : Rolex Malaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Macquarie sebut menkeu berganti momen uji konsistensi disiplin fiskal
09 September 2025 10:31 WIB, 2025
Presiden Prabowo lantik lima menteri baru, Purbaya gantikan Sri Mulyani
08 September 2025 16:27 WIB, 2025
Orang tak dikenal jarah rumah Menkeu Sri di Bintaro Tangerang Selatan
31 August 2025 10:00 WIB, 2025
KSTI, Menkeu paparkan dominasi sains-teknologi dalam persaingan global
07 August 2025 10:09 WIB, 2025
Terpopuler - Ekonomi Keuangan
Lihat Juga
Pasokan beras di Palu masih lancar meskipun belum puncak panen padi
23 February 2020 18:36 WIB, 2020
SKK Migas bantu kapal ikan untuk nelayan Donggala, JOB-Tomori sumbang 3 kapal
21 February 2020 11:54 WIB, 2020
Citra Nuansa Elok investasikan Rp325 miliar bangun kembali Mall Tatura
21 February 2020 0:08 WIB, 2020
Presiden Jokowi ingin promosikan nikel Indonesia dalam Hanover Messe Jerman
17 February 2020 17:29 WIB, 2020