Perpres roadmap e-commerce disahkan, ini tanggapan Tokopedia
Jumat, 18 Agustus 2017 8:48 WIB
CEO dan co-founder Tokopedia William Tanuwijaya ditemui usai perayaan ulang tahun ke-8 Tokopedia di Jakarta, Kamis (17/8/2017). (ANTARA News/ Arindra Meodia)
Jakarta (antarasulteng.com) - Peraturan Presiden (Perpres) tentang roadmap e-commerce telah resmi diundangkan. CEO Tokopedia William Tanuwijaya menyambut baik peta jalan perdagangan digital tersebut.
"Kami sangat senang karena industri e-commerce masih sangat muda, jadi kalau tanpa support dari pemerintah itu tidak bisa berjalan," ujar William ditemui usai perayaan ulang tahun ke-8 Tokopedia di Jakarta, Kamis malam (17/8).
"Dengan adanya keaktifan dari pemerintah untuk mengawal pergerakan e-commerce di Indonesia, saya yakin potensi kita bisa lebih," sambung dia.
Sebagai contoh, William menjelaskan bahwa persentase transaksi online yang dilakukan oleh China pada tahun lalu sudah mencapai 14 persen. Artinya, satu dari tujuh transaksi di China sudah dilakukan secara online. Sementara, di Indonesia, menurut William, baru satu dari 100 transaksi yang dilakukan secara online.
"Bayangkan kalau Tokopedia bisa bekerja sama dengan pemerintah pusat dan pemerintah kota setempat memberdayakan seluruh UKM dari seluruh Indonesia dan mengakselerasi pertumbuhan itu tidak hanya melayani Indonesia, tetapi juga regional dan nantinya ke dunia," ujar William.
"Harusnya Indonesia bisa mendunia," lanjut dia.
Menurut William, roadmap e-commerce akan berjalan efektif seiring waktu. Salah satu pendiri dari Tokopedia itu mengaku dilibatkan dalam proses pembuatan peta jalan tersebut.
"Tokopedia terlibat secara aktif diajak menjadi pihak untuk memberikan masukan, jadi kami sangat mengapresiasi atensi dan kerjasama dari pemerintah," kata William.
Bahkan, sebagai pelaku startup, William mengaku bangga terhadap kebinet kerja presiden Joko Widodo. Pasalnya, dua tahun lalu dia diajak ke Amerika Serikat yang membuka wawasan dan menambah pengalamannya.
"Jadi saya pikir pemerintah Indonesia ini adalah pemerintah yang melek terhadap perubahan teknologi," ujar William.
"Mereka melihat teknologi ini daripada dianggap sebagai ancaman yang toh tidak bisa kita hindari justru dirangkul,dan bagaimana Indonesia bisa berkarya dan mengambil peran di perubahan evolusi teknologi ini," tambah dia. (skd)
"Kami sangat senang karena industri e-commerce masih sangat muda, jadi kalau tanpa support dari pemerintah itu tidak bisa berjalan," ujar William ditemui usai perayaan ulang tahun ke-8 Tokopedia di Jakarta, Kamis malam (17/8).
"Dengan adanya keaktifan dari pemerintah untuk mengawal pergerakan e-commerce di Indonesia, saya yakin potensi kita bisa lebih," sambung dia.
Sebagai contoh, William menjelaskan bahwa persentase transaksi online yang dilakukan oleh China pada tahun lalu sudah mencapai 14 persen. Artinya, satu dari tujuh transaksi di China sudah dilakukan secara online. Sementara, di Indonesia, menurut William, baru satu dari 100 transaksi yang dilakukan secara online.
"Bayangkan kalau Tokopedia bisa bekerja sama dengan pemerintah pusat dan pemerintah kota setempat memberdayakan seluruh UKM dari seluruh Indonesia dan mengakselerasi pertumbuhan itu tidak hanya melayani Indonesia, tetapi juga regional dan nantinya ke dunia," ujar William.
"Harusnya Indonesia bisa mendunia," lanjut dia.
Menurut William, roadmap e-commerce akan berjalan efektif seiring waktu. Salah satu pendiri dari Tokopedia itu mengaku dilibatkan dalam proses pembuatan peta jalan tersebut.
"Tokopedia terlibat secara aktif diajak menjadi pihak untuk memberikan masukan, jadi kami sangat mengapresiasi atensi dan kerjasama dari pemerintah," kata William.
Bahkan, sebagai pelaku startup, William mengaku bangga terhadap kebinet kerja presiden Joko Widodo. Pasalnya, dua tahun lalu dia diajak ke Amerika Serikat yang membuka wawasan dan menambah pengalamannya.
"Jadi saya pikir pemerintah Indonesia ini adalah pemerintah yang melek terhadap perubahan teknologi," ujar William.
"Mereka melihat teknologi ini daripada dianggap sebagai ancaman yang toh tidak bisa kita hindari justru dirangkul,dan bagaimana Indonesia bisa berkarya dan mengambil peran di perubahan evolusi teknologi ini," tambah dia. (skd)
Pewarta : Arindra Meodia
Editor : Rolex Malaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Riset IPSOS ungkap kualitas layanan jadi kunci keberhasilan e-commerce
30 October 2024 12:20 WIB, 2024
Ini dia inspirasi baju produk lokal berbagai gaya agar "bukber" tetap modis
08 April 2023 14:25 WIB, 2023
Terpopuler - Ekonomi Keuangan
Lihat Juga
Pasokan beras di Palu masih lancar meskipun belum puncak panen padi
23 February 2020 18:36 WIB, 2020
SKK Migas bantu kapal ikan untuk nelayan Donggala, JOB-Tomori sumbang 3 kapal
21 February 2020 11:54 WIB, 2020
Citra Nuansa Elok investasikan Rp325 miliar bangun kembali Mall Tatura
21 February 2020 0:08 WIB, 2020
Presiden Jokowi ingin promosikan nikel Indonesia dalam Hanover Messe Jerman
17 February 2020 17:29 WIB, 2020