Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) mendorong seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah itu untuk meningkatkan kemahiran berbahasa Indonesia yang baik dan benar dalam penyusunan dokumen pemerintah daerah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sigi Nuim Hayat mengatakan pentingnya peningkatan kemahiran berbahasa Indonesia bagi ASN sebagai upaya peningkatan pelayanan publik kepada masyarakat. 

"Jadi penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam penyusunan dokumen dan produk hukum pemerintah daerah sangat penting, sehingga mudah dipahami," kata Nuim saat ditemui di Desa Mpanau Sigi, Senin. 

Ia mengemukakan penyusunan dokumen hukum di Pemkab Sigi kerap kali menimbulkan masalah disebabkan perbedaan penafsiran dari berbagai pihak seperti unsur hukum, keuangan, maupun pengawasan. 

"Tentunya kesalahan dalam penempatan kata atau rangkaian kalimat dapat memicu multitafsir yang berujung pada dampak hukum di masa mendatang, sehingga muncul persoalan hukum yang sebenarnya bersumber dari bahasa dalam dokumen," ucapnya.

Ia menuturkan saat ini kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar menjadi kebutuhan mendasar bagi ASN, terutama dalam penyusunan peraturan dan dokumen resmi agar tidak menimbulkan ambiguitas atau multitafsir.

"Ke depan penempatan kata dan kalimat dalam dokumen seperti produk hukum sangat penting, Tidak boleh ada makna ganda yang dapat menimbulkan masalah di masa mendatang," sebutnya. 

Menurut dia, peningkatan kemahiran berbahasa Indonesia ini ke depan bisa ditingkatkan dan menyasar para camat dan kepala-kepala desa.

"Harapannya seluruh ASN di Kabupaten Sigi ini bisa menerapkan dan berbahasa Indonesia yang baik agar tata kelola pemerintahan berjalan sesuai kaidah yang benar," kata dia.