Palu (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year on year/yoy) Provinsi Sulawesi Tengah pada Februari 2026 sebesar 5,33 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 111,61.

Kepala BPS Sulawesi Tengah Daryanto dalam keterangan rilis berita resmi statistik di Palu, Senin mengatakan, perkembangan harga berbagai komoditas pada Februari 2026 secara umum menunjukkan adanya kenaikan.

“Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Sulawesi Tengah di empat kabupaten/kota, pada Februari 2026 terjadi inflasi y-on-y sebesar 5,33 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,96 pada Februari 2025 menjadi 111,61 pada Februari 2026,” katanya.

BPS juga mencatat tingkat inflasi bulanan (month to month/m-to-m) Februari 2026 sebesar 0,80 persen. Sementara tingkat inflasi tahun kalender (year to date/y-to-d) Februari 2026 tercatat sebesar 0,81 persen.

Ia menjelaskan, inflasi tahunan tersebut dipicu kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran. Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 16,03 persen, disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 14,12 persen. Kelompok makanan, minuman dan tembakau juga naik 5,17 persen.

Selain itu, kelompok pendidikan mengalami kenaikan 2,88 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,85 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 1,73 persen, kelompok kesehatan sebesar 1,45 persen, serta kelompok transportasi sebesar 0,35 persen.

Sementara itu, beberapa kelompok pengeluaran mengalami penurunan indeks, yakni pakaian dan alas kaki sebesar 0,28 persen, perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,24 persen, serta informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,19 persen.

BPS juga mencatat sejumlah komoditas yang dominan memberikan andil terhadap inflasi year on year Februari 2026, antara lain tarif listrik, emas perhiasan, beras, ikan cakalang, ikan lajang, ikan selar, bawang merah, bahan bakar rumah tangga, dan akademi/perguruan tinggi.

Kemudian minyak goreng, ikan goreng, kue basah, daging ayam ras, telur ayam ras, nasi dengan lauk, ikan ekor kuning, ikan kembung, angkutan udara, cumi-cumi, serta kue kering berminyak.

Sementara komoditas yang dominan memberikan andil terhadap inflasi month to month, di antaranya emas perhiasan, ikan cakalang, cabai rawit, ikan layang, tomat dan ikan selar.

“Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Tolitoli sebesar 7,60 persen dengan IHK 117,87 dan inflasi bulanan sebesar 1,59 persen,” ujarnya.

Di Kabupaten Morowali, inflasi tahunan tercatat paling rendah yakni 3,15 persen dengan IHK 110,26 dan inflasi bulanan sebesar 0,57 persen. Sementara itu, inflasi tahunan di Luwuk sebesar 6,35 persen dengan IHK 114,64 dan inflasi bulanan 0,92 persen.

Adapun Kota Palu mencatat inflasi tahunan sebesar 5,22 persen dengan IHK 109,93 serta inflasi bulanan sebesar 0,66 persen.