Logo Header Antaranews Sulteng

BPS catat Inflasi Sulteng Maret 2026 sebesar 2,83 persen

Kamis, 2 April 2026 15:56 WIB
Image Print
Tangkapan layar - Kepala BPS Sulteng Daryanto menyampaikan Rilis Berita Resmi Statistik di Palu, Senin (5/1/2026). ANTARA/Nur Amalia Amir

Palu (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year on year/yoy) Provinsi Sulawesi Tengah pada Maret 2026 sebesar 2,83 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,03.

Kepala BPS Sulawesi Tengah Daryanto dalam keterangannya di Palu, Kamis, mengatakan, perkembangan harga berbagai komoditas pada Maret 2026 secara umum menunjukkan adanya kenaikan.

“Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Sulawesi Tengah di empat kabupaten/kota, pada Maret 2026 terjadi inflasi y-on-y sebesar 2,83 persen, atau terjadi kenaikan IHK dari 108,95 pada Maret 2025 menjadi 112,03 pada Maret 2026,” katanya.

BPS juga mencatat tingkat inflasi bulanan (month to month/m-to-m) Maret 2026 sebesar 0,38 persen. Sementara tingkat inflasi tahun kalender (year to date/y-to-d) Maret 2026 tercatat sebesar 1,19 persen.

Ia menjelaskan secara umum, inflasi tahunan tersebut dipicu kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran. Kenaikan tertinggi tercatat pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 13,04 persen.

Selain itu, kenaikan juga terjadi pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 4,36 persen, kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,94 persen, dan kelompok pendidikan sebesar 2,88 persen.

Kemudian kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,26 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,76 persen, kelompok kesehatan sebesar 1,72 persen, dan serta kelompok transportasi sebesar 0,09 persen.

Sementara itu, beberapa kelompok pengeluaran mengalami penurunan indeks, yakni kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,83 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,39 persen, serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,18 persen.

Adapun komoditas yang dominan memberikan andil terhadap inflasi tahunan pada Maret 2026 antara lain emas perhiasan, tarif listrik, beras, ikan cakalang, ikan lajang, telur ayam ras, dan daging ayam ras.

Selain itu, komoditas lain yang turut menyumbang inflasi yakni biaya pendidikan seperti akademi/perguruan tinggi, bahan bakar rumah tangga, ikan kembung, minyak goreng, nasi dengan lauk, Sigaret Kretek Mesin (SKM), ikan malalugis atau ikan sorihi, kue basah, ikan goreng, Sigaret Putih Mesin (SPM), sewa rumah, sepeda motor, serta kangkung.

Sementara itu, komoditas yang dominan memberikan andil terhadap inflasi bulanan pada Maret 2026 antara lain cabai rawit, telur ayam ras, tomat, ikan kembung, bensin, daging ayam ras, ikan cakalang, jagung manis, beras, kue basah, serta ikan goreng.

“Inflasi tertinggi terjadi di Luwuk sebesar 4,97 persen dengan IHK 115,06, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kabupaten Morowali sebesar 1,10 persen dengan IHK 110,94,” katanya.

Sementara itu, Kabupaten Tolitoli mencatat inflasi tahunan sebesar 3,78 persen dengan IHK 118,22, dan Kota Palu sebesar 2,64 persen dengan IHK 110,29.

Secara bulanan, Kabupaten Morowali mencatat inflasi tertinggi sebesar 0,62 persen, diikuti Luwuk sebesar 0,37 persen, Kota Palu sebesar 0,33 persen, dan Kabupaten Tolitoli sebesar 0,30 persen.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026