Palu, Sulteng (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year on year/yoy) di Provinsi Sulawesi Tengah pada Mei 2026 mencapai 2,77 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,90.

Kepala BPS Sulawesi Tengah Daryanto, dalam keterangannya di Palu, Sulteng, Selasa, mengatakan perkembangan harga berbagai komoditas pada Mei 2026 secara umum menunjukkan adanya kenaikan.

"Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Sulawesi Tengah di empat kabupaten/kota pada Mei 2026 terjadi inflasi yoy sebesar 2,77 persen, atau terjadi kenaikan IHK dari 109,86 pada Mei 2025 menjadi 112,90 pada Mei 2026," katanya.

BPS juga mencatat tingkat inflasi bulanan (month to month/mtm) Mei 2026 sebesar 0,27 persen. Sementara, tingkat inflasi tahun kalender (year to date/ytd) hingga Mei 2026 tercatat sebesar 1,98 persen.

Ia menjelaskan secara umum inflasi tahunan tersebut dipicu kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami kenaikan sebesar 3,28 persen, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 1,49 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,40 persen, kelompok kesehatan 1,86 persen, serta kelompok transportasi 1,98 persen.

Adapun komoditas yang dominan memberikan andil terhadap inflasi tahunan pada Mei 2026 antara lain emas perhiasan, beras, angkutan udara, bahan bakar rumah tangga, tomat, minyak goreng, bawang merah, dan ikan cakalang.

Sementara itu, komoditas yang dominan memberikan andil terhadap inflasi bulanan pada Mei 2026 antara lain angkutan udara, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, cabai merah, beras, mi kering instan, sawi hijau, ikan lajang, pasta gigi, emas perhiasan, sigaret kretek mesin (SKM), tomat, ikan ekor kuning, martabak, dan solar.

"Inflasi tertinggi terjadi di Luwuk sebesar 3,98 persen dengan IHK 116,70, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kabupaten Morowali sebesar 1,61 persen dengan IHK 112,04," katanya.

Sementara itu, Kabupaten Tolitoli mencatat inflasi tahunan sebesar 2,90 persen dengan IHK 119,54, dan Kota Palu sebesar 2,82 persen dengan IHK 110,83.

Secara bulanan, Luwuk mencatat inflasi tertinggi sebesar 0,79 persen, diikuti Kabupaten Tolitoli sebesar 0,63 persen, Kabupaten Morowali sebesar 0,12 persen, dan Kota Palu sebesar 0,11 persen.