Logo Header Antaranews Sulteng

KPPN-Poso salurkan dana BOS Rp113,84 miliar ke 3.603 sekolah

Jumat, 12 September 2025 17:06 WIB
Image Print
Kepala KPPN Poso Yosi Rizal Adyanto membuka kegiatan forum konsultasi publik untuk memperkuat transparansi, akuntabilitas, serta meningkatkan kualitas layanan KPPN di Poso, Rabu (27/8/2025). ANTARA/HO-KPPN Poso

Poso, Sulawesi Tengah (ANTARA) - Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Poso, Sulawesi Tengah, menyalurkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) reguler tahun anggaran 2025 sebesar Rp113,84 miliar kepada 3.603 sekolah.

"Dana BOS regular ini bertujuan mendukung kelancaran proses belajar mengajar serta meringankan beban biaya operasional sekolah," kata Kepala KPPN Poso Yosi Rizal Adyanto di Poso, Jumat.

Ia mengatakan Dana BOS ini disalurkan kepada empat kabupaten di wilayah kerja KPPN Poso, yakni Kabupaten Poso, Morowali, Morowali Utara dan Tojo Una-Una.

Dana BOS, kata dia, merupakan bagian dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik, yang dialokasikan untuk mendukung biaya operasional non-personalia bagi satuan pendidikan.

Ia menjelaskan bahwa penyaluran BOS dilakukan secara bertahap berdasarkan data jumlah siswa yang telah diverifikasi melalui Dapodik dan pengajuan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Ia menyampaikan penyaluran BOS tahap I dan II tahun 2025 telah disalurkan langsung ke rekening sekolah yang dilakukan tanpa melalui pihak ketiga, sehingga lebih transparan dan akuntabel.

Berdasarkan data KPPN Poso per 12 September 2025, penyaluran dana BOS reguler di empat kabupaten wilayah kerja mencapai Rp113,84 miliar atau 95,16 persen dari total pagu Rp125,53 miliar.

Dana tersebut diberikan kepada 3.603 sekolah dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 250.815 siswa.

Dari jumlah itu, Kabupaten Poso menerima Rp31,76 miliar untuk 1.076 sekolah dengan 69.187 siswa, dan Morowali mendapat Rp36,14 miliar untuk 892 sekolah dengan 83.573 siswa.

Kemudian Morowali Utara menerima Rp29,07 miliar untuk 774 sekolah dengan 48.864 siswa, sedangkan Kabupaten Tojo Una-Una mendapat Rp22,46 miliar untuk 861 sekolah dengan 40.191 siswa.

Yosi juga menegaskan bahwa seluruh layanan penyaluran dana di KPPN adalah layanan tanpa biaya diberikan tanpa biaya.

"Para pengguna layanan baik itu masyarakat, sekolah, dan pemerintah daerah dihimbau untuk berhati-hati apabila terdapat pihak-pihak yang meminta imbalan untuk pengurusan dengan mengatasnamakan KPPN. Segera laporkan melalui saluran pengaduan resmi KPPN Poso," ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tojo Una-Una Samudin Tanciga menyampaikan apresiasi atas penyaluran dana BOS yang tepat waktu dan tepat sasaran.

“Alokasi anggaran yang disalurkan dapat memenuhi kebutuhan operasional sekolah, seperti honor guru non-ASN, pengadaan barang, jasa/sewa, dan belanja modal lainnya. Semua dilakukan dengan asas transparansi dan akuntabilitas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 9 Ampana Kota Kabupeten Tojo Una Una Roadah juga menyampaikan rasa syukur atas penyaluran dana BOS yang langsung masuk ke rekening sekolah.

“Dana BOS sangat membantu pemenuhan kebutuhan prioritas sekolah, seperti honor guru honorer, perbaikan jaringan internet, dan pengadaan sarana pembelajaran. Dengan BOS, siswa bisa belajar lebih nyaman dan kegiatan literasi berjalan lancar,” kata dia.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026