Wali Kota: Hoax Pemkot Palu punya dana Rp75 triliun
Minggu, 24 Maret 2019 17:00 WIB
Wali Kota Palu Hidayat, bersama sejumlah tokoh masyaraka dan tokoh adat serta pengungsi bencana di Kelurahan Duyu membaca doa selamat dari malapetaka dalam acara peringatan hari air sedunia di kawasan hunian sementara (huntara) Kelurahan Duyu, Minggu malam (23/3). (Humas Pemkot Palu/Imron Nur Huda)
Palu (ANTARA) -
Wali Kota Palu Hidayat menepis isu yang disebarkan di tengah-tengah pengungsi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggubgjawab jika Pemerintah Kota Palu memiliki dana Rp75 triliun.
Hidayat menilai isu yang dihembuskan itu diniatkan untuk memecah belah keharmonisan antarwarga, pengungsi dan pemerintah kota sehingga menimbulkan kekacauan dan rasa tidak percaya terhadap upaya Pemkot Palu mengatasi berbagai persoalan yang saat ini dihadapi warga dan pengungsi.
"Bahkan saya bilang, kalau ada uang Rp75 triliun itu, dengan nenek moyangmu saya akan jamin hidupnya. Kita tidak ada uang sebanyak itu," tegasnya pada peringatan hari air sedunia yang dilaksanakan organisasi kemanusiaan asal Inggris Oxfam di kawasan hunian sementara (huntara) Kelurahan Duyu, Sabtu malam (23/3).
Bahkan kata Hidayat, pascabencana 28 September 2018 Pemkot Palu sama sekali tidak punya dana untuk memperbaiki ruas-ruas jalan yang rusak sehingga dengan segala risiko yang ada, ia memerintahkan jajaran Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Palu untuk melakukan segala cara agar dana untuk perbaikan jalan tersedia.
"Mulai Oktober, November, Desember, Januari, Februari dan Maret kita anggatkan Rp54 miliar untuk menanggung jatah hidup yakni makan dan minum bagi 40 ribu pengungsi," katanya.
Dia mengatakan pada Maret ini dana tersebut tidak ada lagi karena alokasi anggaran untuk itu sudah habis.
Olehnya lanjut Hidayat, saat ini segala macam cara tengah dilakukan agar kebutuhan hidup pengungsi mulai April nanti dapat ditanggung oleh pemerintah pusat. Begitupun dengan huntara dan hunian tetapnya.
"Bahkan saya sampai dibilang Wali Kota Palu berkantor di Jakarta. Yah, saya ke Jakarta ke sana kemari mendatangi berbagai kementrian agar dana-dana bantuan uang mereka punya yang dijanjikan akan diberkan kepada kita bisa segera cair," katanya.
Salah sumber dana stimulan yang dijanjikan pemerintah pusat melalui BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) untuk korban bencana.
Olehnya ia mengajak seluruh pihak tidak terkecuali para pengungsi agar bahu membahu bekerjasama dengan Pemkot Palu berjuang agar dana-dana bantuan yang dijanjikan pemerintah pusat segera dikucurkan baik kepada Pemkot Palu maupun langsung kepada pengungsi.***
Wali Kota Palu Hidayat menepis isu yang disebarkan di tengah-tengah pengungsi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggubgjawab jika Pemerintah Kota Palu memiliki dana Rp75 triliun.
Hidayat menilai isu yang dihembuskan itu diniatkan untuk memecah belah keharmonisan antarwarga, pengungsi dan pemerintah kota sehingga menimbulkan kekacauan dan rasa tidak percaya terhadap upaya Pemkot Palu mengatasi berbagai persoalan yang saat ini dihadapi warga dan pengungsi.
"Bahkan saya bilang, kalau ada uang Rp75 triliun itu, dengan nenek moyangmu saya akan jamin hidupnya. Kita tidak ada uang sebanyak itu," tegasnya pada peringatan hari air sedunia yang dilaksanakan organisasi kemanusiaan asal Inggris Oxfam di kawasan hunian sementara (huntara) Kelurahan Duyu, Sabtu malam (23/3).
Bahkan kata Hidayat, pascabencana 28 September 2018 Pemkot Palu sama sekali tidak punya dana untuk memperbaiki ruas-ruas jalan yang rusak sehingga dengan segala risiko yang ada, ia memerintahkan jajaran Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Palu untuk melakukan segala cara agar dana untuk perbaikan jalan tersedia.
"Mulai Oktober, November, Desember, Januari, Februari dan Maret kita anggatkan Rp54 miliar untuk menanggung jatah hidup yakni makan dan minum bagi 40 ribu pengungsi," katanya.
Dia mengatakan pada Maret ini dana tersebut tidak ada lagi karena alokasi anggaran untuk itu sudah habis.
Olehnya lanjut Hidayat, saat ini segala macam cara tengah dilakukan agar kebutuhan hidup pengungsi mulai April nanti dapat ditanggung oleh pemerintah pusat. Begitupun dengan huntara dan hunian tetapnya.
"Bahkan saya sampai dibilang Wali Kota Palu berkantor di Jakarta. Yah, saya ke Jakarta ke sana kemari mendatangi berbagai kementrian agar dana-dana bantuan uang mereka punya yang dijanjikan akan diberkan kepada kita bisa segera cair," katanya.
Salah sumber dana stimulan yang dijanjikan pemerintah pusat melalui BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) untuk korban bencana.
Olehnya ia mengajak seluruh pihak tidak terkecuali para pengungsi agar bahu membahu bekerjasama dengan Pemkot Palu berjuang agar dana-dana bantuan yang dijanjikan pemerintah pusat segera dikucurkan baik kepada Pemkot Palu maupun langsung kepada pengungsi.***
Pewarta : Muhammad Arsyandi
Editor : Adha Nadjemudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Program Alpukat atau anak lahir bawa pulang akta upaya tingkatkan pelayanan administrasi kependudukan
06 February 2026 14:28 WIB
LPKA dan Pemkot Palu kolaborasi perkuat pembinaan keterampilan anak binaan
31 January 2026 18:08 WIB
Terpopuler - Sulteng
Lihat Juga
200-an kontraktor proyek Pemprov Sulteng belum ikutkan karyawannya ke BPJamsostek
21 February 2020 11:49 WIB, 2020
Hanura rekomendasikan Hadianto-Reni berpasangan di Pilkada Kota Palu
21 February 2020 0:05 WIB, 2020