Kartu Untuk Sejahterakan Nelayan Disebar Di Sulteng
Selasa, 5 Februari 2013 5:35 WIB
Seorang nelayan Sulteng memperlihatkan Kartu Tanda Nelayan yang baru diterimanya di Palu Golden Hotel, Sabtu (2/2) (ANTARANews/Basri Marzuki)
Palu (antarasulteng.com) - Setelah melalui proses yang cukup ketat dari tingkat kabupaten, provinsi sampai pusat (Kementerian Kelautan dan Perikanan), Kartu Tanda Nelayan (KTN) akhirnya dibagi-bagikan untuk pertama kalinya kepada para nelayan di Sulawesi Tengah.
Dirjen Kelautan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil pada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Sudirman Saad menyerahkan kartu nelayan perdana itu secara simbolis kepada tiga nelayan Sulawesi Tengah usai menjadi pembicara dalam dialog tentang perokonomian dan kelautan di Hotel Palu Golden, Sabtu (2/2).
Sudirman menjelaskan kartu itu diberikan kepada nelayan yang melakukan penangkapan ikan dengan kapal penangkap ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP RI).
Pembuatan kartu nelayan tidak semata-mata sebagai bukti identitas sebagai nelayan, melainkan inisiatif pemerintah untuk menjadikan nelayan sebagai mitra dalam proses pembangunan perikanan tangkap.
Kartu nelayan itu bisa menjadi referensi pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dari Pertamina. Selain itu, juga bisa untuk referensi pembuatan Jaminan Kesehatan Daerah, penerima program usaha mina perdesaan (PUMP), serta penerima program "Sehat Nelayan" (sertifikat tanah hak atas nelayan).
Pada 2012, Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 2012 mengucurkan dana hibah sebesar Rp11 miliar melalui program PUMP guna meningkatkan kapasitas para nelayan tangkap terutama yang masuk kategori ekonomi lemah.
Dana tersebut dikucurkan kepada 110 kelompok usaha bersama (KUB) nelayan di sembilan kabupaten/kota di daerah ini, masing-masing KUB memperoleh Rp100 juta. Dana tersebut digunakan untuk membiayai kegiatan usaha penangkapan, pembelian perahu, mesin, alat tangkap dan juga biaya operasional melaut.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng Ir Johanis Riga mengemukakan, di Sulawesi Tengah rencananya akan diberikan sekitar 10.000 Kartu Tanda Nelayan kepada nelayan yang berhak menerimanya.
Nelayan itu tersebar di Kabupaten Poso 1.000 kartu Banggai (750), Donggala (750), Kota Palu (500), Kabupaten Parigi Moutong (750), Tojo Unauna (1.000), Morowali (1.000), Tolitoli (1.000), Buol (1.000), Banggai Kepulauan (750), serta nelayan di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Paranggi, Pagimana dan Donggala masing-masing 500 kartu. (R007)
Dirjen Kelautan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil pada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Sudirman Saad menyerahkan kartu nelayan perdana itu secara simbolis kepada tiga nelayan Sulawesi Tengah usai menjadi pembicara dalam dialog tentang perokonomian dan kelautan di Hotel Palu Golden, Sabtu (2/2).
Sudirman menjelaskan kartu itu diberikan kepada nelayan yang melakukan penangkapan ikan dengan kapal penangkap ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP RI).
Pembuatan kartu nelayan tidak semata-mata sebagai bukti identitas sebagai nelayan, melainkan inisiatif pemerintah untuk menjadikan nelayan sebagai mitra dalam proses pembangunan perikanan tangkap.
Kartu nelayan itu bisa menjadi referensi pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dari Pertamina. Selain itu, juga bisa untuk referensi pembuatan Jaminan Kesehatan Daerah, penerima program usaha mina perdesaan (PUMP), serta penerima program "Sehat Nelayan" (sertifikat tanah hak atas nelayan).
Pada 2012, Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 2012 mengucurkan dana hibah sebesar Rp11 miliar melalui program PUMP guna meningkatkan kapasitas para nelayan tangkap terutama yang masuk kategori ekonomi lemah.
Dana tersebut dikucurkan kepada 110 kelompok usaha bersama (KUB) nelayan di sembilan kabupaten/kota di daerah ini, masing-masing KUB memperoleh Rp100 juta. Dana tersebut digunakan untuk membiayai kegiatan usaha penangkapan, pembelian perahu, mesin, alat tangkap dan juga biaya operasional melaut.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng Ir Johanis Riga mengemukakan, di Sulawesi Tengah rencananya akan diberikan sekitar 10.000 Kartu Tanda Nelayan kepada nelayan yang berhak menerimanya.
Nelayan itu tersebar di Kabupaten Poso 1.000 kartu Banggai (750), Donggala (750), Kota Palu (500), Kabupaten Parigi Moutong (750), Tojo Unauna (1.000), Morowali (1.000), Tolitoli (1.000), Buol (1.000), Banggai Kepulauan (750), serta nelayan di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Paranggi, Pagimana dan Donggala masing-masing 500 kartu. (R007)
Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
SAR Palu temukan nelayan hilang di perairan Parigi Moutong dalam kondisi selamat
21 January 2026 21:06 WIB
Terpopuler - Ekonomi Keuangan
Lihat Juga
Pasokan beras di Palu masih lancar meskipun belum puncak panen padi
23 February 2020 18:36 WIB, 2020
SKK Migas bantu kapal ikan untuk nelayan Donggala, JOB-Tomori sumbang 3 kapal
21 February 2020 11:54 WIB, 2020
Citra Nuansa Elok investasikan Rp325 miliar bangun kembali Mall Tatura
21 February 2020 0:08 WIB, 2020
Presiden Jokowi ingin promosikan nikel Indonesia dalam Hanover Messe Jerman
17 February 2020 17:29 WIB, 2020