Abon Ikan Kendari Tembus Eropa
Minggu, 3 Juni 2012 18:05 WIB
Ilustrasi (dok ANTARA)
Kendari - Olahan abon ikan yang dihasilkan oleh kelompok usaha bersama yang ada di Kota Kendari, SUlawesi Tenggara (Sultra), penjualannya sudah menembus pasar eropa.
Kepala Dinas Keluatan dan Perikanan (DKP) Kendari, Agusalim, di Kendari, Minggu, mengatakan, produk olahan abon ikan dari Kendari sudah dijual hingga ke Belanda.
"Olahan abon ikan dari Kendari diminati warga di Belanda, sehingga negara itu menjadi salah satu pasaran abon ikan dari daerah ini," kata Agusalim.
Ia mengatakan, pemerintah Kendari intens melakukan pembinaan terhadap kelompok usaha pengolah abon ikan di Kendari agar terus meningkatkan produksinya.
Bantuan yang diberikan kata Agusalim, adalah peralatan pembuatan abon ikan, kemudian mesin pres abon ikan atau peralatan lainnya terkait kebutuhan peningkatan produksi abon ikan.
"Bukan hanya produksi yang dipacu, tetapi tetap menjaga tras atau kepercayaan masyarakat terhadap kualitas abon ikan yang diproduksi oleh kelompok usaha," katanya.
Ia menjelaskan, abon ikan dari Kendari sudah dikenal kualitasnya, sehingga banyak para pengusaha dari Jawa dan Sumatera yang memesan abon ikan dalam jumlah banyak dari Kendari.
Menurut Agusalim, produksi abon ikan yang dihasilkan para kelompok pengolah di Kendari bisa mencapai 30 ton dalam sebulan, karena didukung ketersediaan bahan baku yang melimpah.
Beberapa kelompok usaha pengolah abon ikan yang berkembang pesat di Kendari diantaranya kelompok Wanita pesisir di Kelurahan Poasia Kecamatan Abeli, kemudian Kelompok Usaha Bersama Flamboyan di Kelurahan Tobimaita Kecamatan Abeli dan Kelompok usaha bersama Citra Permata yang berada di Kelurahan Purirano Kecamatan Kendari. (PSO-299)
Kepala Dinas Keluatan dan Perikanan (DKP) Kendari, Agusalim, di Kendari, Minggu, mengatakan, produk olahan abon ikan dari Kendari sudah dijual hingga ke Belanda.
"Olahan abon ikan dari Kendari diminati warga di Belanda, sehingga negara itu menjadi salah satu pasaran abon ikan dari daerah ini," kata Agusalim.
Ia mengatakan, pemerintah Kendari intens melakukan pembinaan terhadap kelompok usaha pengolah abon ikan di Kendari agar terus meningkatkan produksinya.
Bantuan yang diberikan kata Agusalim, adalah peralatan pembuatan abon ikan, kemudian mesin pres abon ikan atau peralatan lainnya terkait kebutuhan peningkatan produksi abon ikan.
"Bukan hanya produksi yang dipacu, tetapi tetap menjaga tras atau kepercayaan masyarakat terhadap kualitas abon ikan yang diproduksi oleh kelompok usaha," katanya.
Ia menjelaskan, abon ikan dari Kendari sudah dikenal kualitasnya, sehingga banyak para pengusaha dari Jawa dan Sumatera yang memesan abon ikan dalam jumlah banyak dari Kendari.
Menurut Agusalim, produksi abon ikan yang dihasilkan para kelompok pengolah di Kendari bisa mencapai 30 ton dalam sebulan, karena didukung ketersediaan bahan baku yang melimpah.
Beberapa kelompok usaha pengolah abon ikan yang berkembang pesat di Kendari diantaranya kelompok Wanita pesisir di Kelurahan Poasia Kecamatan Abeli, kemudian Kelompok Usaha Bersama Flamboyan di Kelurahan Tobimaita Kecamatan Abeli dan Kelompok usaha bersama Citra Permata yang berada di Kelurahan Purirano Kecamatan Kendari. (PSO-299)
Pewarta :
Editor : Riski Maruto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Penyaluran BBM di Kendari mulai kondusif, Pertamina ptimalkan payanan SPBU
17 September 2026 19:51 WIB
Pertamina Regional Sulawesi salurkan bantuan bencana untuk korban banjir di Kendari
13 May 2026 21:31 WIB
Pertamina bagi santunan Ramadhan untuk 30 anak Panti Asuhan Sultan Al-Amin di Kendari
03 March 2026 20:17 WIB
Indonesia AirAsia hubungkan Luwuk ke Surabaya, Kendari, dan Palu via Makassar
18 February 2026 21:46 WIB
Terpopuler - Ekonomi Keuangan
Lihat Juga
Pasokan beras di Palu masih lancar meskipun belum puncak panen padi
23 February 2020 18:36 WIB, 2020
SKK Migas bantu kapal ikan untuk nelayan Donggala, JOB-Tomori sumbang 3 kapal
21 February 2020 11:54 WIB, 2020
Citra Nuansa Elok investasikan Rp325 miliar bangun kembali Mall Tatura
21 February 2020 0:08 WIB, 2020
Presiden Jokowi ingin promosikan nikel Indonesia dalam Hanover Messe Jerman
17 February 2020 17:29 WIB, 2020