Aparat Poso Amankan Ratusan Amunisi Dan Ranjau
Sabtu, 15 Juni 2013 6:45 WIB
Ilutrasi (antara/rahmad)
Palu, (antarasulteng.com) - Aparat keamanan gabungan di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, mengamankan ratusan peluru berbagai jenis dan berbagai bom rakitan di sejumlah tempat yang diduga kuat sebagai lokasi pelatihan kelompok sipil bersenjata.
Juru bicara Polda Sulawesi Tengah AKBP Soemarno di Palu, Jumat, mengatakan berbagai senjata ilegal itu ditemukan dalam operasi yang dilakukan selama satu bulan terakhir.
Semua bom dan ranjau rakitan itu telah dijinakkan polisi. Peledak rakitan itu berisi potongan besi tajam, paku dan benda berbahaya lainnya yang diletakkan di dalam pipa paralon.
Selain itu, aparat keamanan juga menemukan dua pucuk senjata api laras pendek, satu buah teropong, alat komunikasi, pakaian, dan sejumlah obat-obatan.
Dia mengatakan polisi selalu berhati-hati ketika melakukan operasi keamanan di daerah yang merupakan sarang pasukan sipil bersenjata karena pada akhir 2012, empat anggota Brimob Polda Sulawesi Tengah tewas diberondong peluru di wilayah itu.
Di hutan Tamanjeka itu juga terdapat lubang-lubang jebakan yang berisi kayu-kayu tajam menghadap ke atas.
Lubang itu sedalam sekitar 1,5 meter yang permukaannya ditutupi dedaunan untuk menjebak siapa saja yang mencoba meringkus kawanan teroris.
Saat ini aparat keamanan masih fokus di wilayah Poso Pesisir Utara, tepatnya di kawasan hutan Tamanjeka, Koroncopu, dan Panapu yang diduga kuat sebagai lokasi pelatihan kelompok bersenjata.
Pada 3 Juni 2013, Mapolres Poso diguncang bom bunuh diri yang menewaskan pelakunya sendiri.
Selang sepekan kemudian polisi menembak mati terduga teroris bernama Nudin alias Bondan ketika hendak ditangkap.
Nudin diduga kuat sebagai penyuplai logistik dari kelompok Abu Roban di Jawa Tengah kepada kelompok Santoso alias Abu Wardah di Poso. (SKD)
Juru bicara Polda Sulawesi Tengah AKBP Soemarno di Palu, Jumat, mengatakan berbagai senjata ilegal itu ditemukan dalam operasi yang dilakukan selama satu bulan terakhir.
Semua bom dan ranjau rakitan itu telah dijinakkan polisi. Peledak rakitan itu berisi potongan besi tajam, paku dan benda berbahaya lainnya yang diletakkan di dalam pipa paralon.
Selain itu, aparat keamanan juga menemukan dua pucuk senjata api laras pendek, satu buah teropong, alat komunikasi, pakaian, dan sejumlah obat-obatan.
Dia mengatakan polisi selalu berhati-hati ketika melakukan operasi keamanan di daerah yang merupakan sarang pasukan sipil bersenjata karena pada akhir 2012, empat anggota Brimob Polda Sulawesi Tengah tewas diberondong peluru di wilayah itu.
Di hutan Tamanjeka itu juga terdapat lubang-lubang jebakan yang berisi kayu-kayu tajam menghadap ke atas.
Lubang itu sedalam sekitar 1,5 meter yang permukaannya ditutupi dedaunan untuk menjebak siapa saja yang mencoba meringkus kawanan teroris.
Saat ini aparat keamanan masih fokus di wilayah Poso Pesisir Utara, tepatnya di kawasan hutan Tamanjeka, Koroncopu, dan Panapu yang diduga kuat sebagai lokasi pelatihan kelompok bersenjata.
Pada 3 Juni 2013, Mapolres Poso diguncang bom bunuh diri yang menewaskan pelakunya sendiri.
Selang sepekan kemudian polisi menembak mati terduga teroris bernama Nudin alias Bondan ketika hendak ditangkap.
Nudin diduga kuat sebagai penyuplai logistik dari kelompok Abu Roban di Jawa Tengah kepada kelompok Santoso alias Abu Wardah di Poso. (SKD)
Pewarta :
Editor : Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Satgas Madago Raya amankan senjata api-amunisi yang ditemukan warga Poso
10 March 2025 12:30 WIB, 2025
Pejabat PBB serukan hentikan pasokan senjata dan amunisi untuk Israel
29 October 2024 9:02 WIB, 2024
Tembakan amunisi tajam jadi pamungkas Latgabma SGS 2024 di Situbondo
06 September 2024 13:58 WIB, 2024