BUMN berperan ganda penuhi nilai ekonomi dan pelayanan masyarakat
Jumat, 21 Februari 2020 4:41 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir (ketiga kanan, jajaran depan) didampingi pejabat BUMN dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Jakarta, Kamis (20/2/2020). (ANTARA/ Zubi Mahrofi)
Jakarta (ANTARA) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan bahwa BUMN memiliki peran ganda untuk memenuhi nilai ekonomi dan pelayanan masyarakat.
"Yang ingin kita lakukan bagaimana mengklasifikasi BUMN berdasarkan nilai ekonomi, pelayanan publik atau keduanya. Supaya lebih jelas, dari 142 BUMN masuk ke mapping dulu," ujar Erick Thohir dalam rapat kerja dengan Komisi VI di Jakarta, Kamis.
Ia menyampaikan Kementerian BUMN akan membentuk kelompok (klaster) perusahaan-perusahaan BUMN berdasarkan sejumlah kategori, mulai dari BUMN yang memang fokus pada bisnisnya hingga BUMN yang mendapatkan penugasan pelayanan publik.
"Saat ini kita sedang proses, masing-masing Wamen memegang enam atau delapan klaster saja," ujarnya.
Sejalan dengan pandangan Erick, Anggota Komisi VI DPR Herman Khaeron mengatakan pemerintah harus dapat membedakan perusahaan BUMN yang bertugas melayani publik dan menjalankan penugasan pemerintah sehingga nantinya tidak membebani perusahaan.
Herman mencontohkan, rencana penurunan harga gas menjadi 6 dolar AS per MMBTU pada tingkat konsumen industri, kebijakan tersebut dinilai dapat memberatkan jika dibebankan ke Perusahaan Gas Negara (PGN) selaku perusahaan yang bertugas mendistribusikan gas pipa.
"Contoh PGN, itu sudah rontok (sahamnya). Saya minta ini dibicarakan dulu lah di tingkat Kementerian, dalam pandangan saya ini di exercise dulu. Mana yang perlu penugasan, mana yang tidak," katanya.
"Yang ingin kita lakukan bagaimana mengklasifikasi BUMN berdasarkan nilai ekonomi, pelayanan publik atau keduanya. Supaya lebih jelas, dari 142 BUMN masuk ke mapping dulu," ujar Erick Thohir dalam rapat kerja dengan Komisi VI di Jakarta, Kamis.
Ia menyampaikan Kementerian BUMN akan membentuk kelompok (klaster) perusahaan-perusahaan BUMN berdasarkan sejumlah kategori, mulai dari BUMN yang memang fokus pada bisnisnya hingga BUMN yang mendapatkan penugasan pelayanan publik.
"Saat ini kita sedang proses, masing-masing Wamen memegang enam atau delapan klaster saja," ujarnya.
Sejalan dengan pandangan Erick, Anggota Komisi VI DPR Herman Khaeron mengatakan pemerintah harus dapat membedakan perusahaan BUMN yang bertugas melayani publik dan menjalankan penugasan pemerintah sehingga nantinya tidak membebani perusahaan.
Herman mencontohkan, rencana penurunan harga gas menjadi 6 dolar AS per MMBTU pada tingkat konsumen industri, kebijakan tersebut dinilai dapat memberatkan jika dibebankan ke Perusahaan Gas Negara (PGN) selaku perusahaan yang bertugas mendistribusikan gas pipa.
"Contoh PGN, itu sudah rontok (sahamnya). Saya minta ini dibicarakan dulu lah di tingkat Kementerian, dalam pandangan saya ini di exercise dulu. Mana yang perlu penugasan, mana yang tidak," katanya.
Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor : Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Erick Thohir bakal undang menteri olahraga se-ASEAN bahas perubahan SEA Games
23 October 2025 13:20 WIB
Terpopuler - Ekonomi Keuangan
Lihat Juga
Pasokan beras di Palu masih lancar meskipun belum puncak panen padi
23 February 2020 18:36 WIB, 2020
SKK Migas bantu kapal ikan untuk nelayan Donggala, JOB-Tomori sumbang 3 kapal
21 February 2020 11:54 WIB, 2020
Citra Nuansa Elok investasikan Rp325 miliar bangun kembali Mall Tatura
21 February 2020 0:08 WIB, 2020
Presiden Jokowi ingin promosikan nikel Indonesia dalam Hanover Messe Jerman
17 February 2020 17:29 WIB, 2020