Logo Header Antaranews Sulteng

Kegiatan ekonomi di pusat perbelanjaan modern Palu perlahan membaik

Sabtu, 13 Juni 2020 08:00 WIB
Image Print
Ilustrasi - Mal Grand Indonesia kembali beroperasi normal. (ANTARA/Aji Cakti)

Palu (ANTARA) - Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah menyebutkan kegiatan ekonomi di pusat-pusat perbelanjaan modern daerah itu mulai membaik saat memasuki era normal baru.

"Saat ini pengunjung di pusat perbelanjaan moderen mulai ramai dengan diberlakukannya kebijakan baru oleh pemerintah. Kecenderungannya sekitar 50 persen," ungkap Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palu Syamsul Saifuddin di Palu, Jumat (12/6).

Dia menjelaskan pada awal pembatasan kegiatan sosial oleh pemerintah, pusat perbelanjaan modern sempat sepi dari pengunjung, bahkan sejumlah kegiatan usaha di tutup.

Namun, kebijakan baru Pemkot Palu mulai memberikan kelonggaran kegiatan ekonomi, agar situasi perekonomian masyarakat tidak semakin terpuruk dampak pendemi COVID-19.

"Misalnya Palu Grand Mall, sebelumnya sepi akibat pembatasan sosial. Namun, berbagai pertimbangan pemerintah menuju kehidupan normal baru, kegiatan di salah satu pusat perbelanjaan modern di Ibu Kota Sulteng ini kembali dikunjungi masyarakat," ujarnya.

Dengan dilonggarkan kegiatan ekonomi, diharapkan pertumbuhan ekonomi masyarakat bisa secepatnya pulih, di samping itu ditopang melalui bantuan sosial (bansos) tunai.

Dia mengemukakan pada masa transisi normal baru di tengah pandemi COVID-19, pelaku usaha mulai menata kembali kegiatan ekonominya seperti kafe, rumah makan dan perhotelan, serta kegiatan perdagangan lainnya.

Berbeda dengan kegiatan di pasar-pasar tradisional, tidak ada pembatasan transaksi jual beli. Artinya, aktivitas perdagangan tetap berjalan sebagaimana mestinya, sebab pasar merupakan nadi perekonomian.

"Kegiatan ekonomi tetap mengacu pada protokoler kesehatan. Masyarakat wajib mengenakan masker, begitu pun tempat usaha wajib menyediakan bilik desinfektan, menyediakan sarana tempat cuci tangan," kata Syamsul.

Dia mengatakan saat ini situasi perdagangan Kota Palu masih berjalan normal, meski ada sejumlah komoditas dan barang mengalami lonjakan harga, salah satunya bawang merah yang kini melambung hingga Rp40 ribu per kilogram.

"Kami berharap di tengah pendemi COVID-19 situasi perekonomian kota Palu tetap stabil. Kami juga setiap saat melakukan pemantauan harga barang di pasar guna memastikan harga kebutuhan pokok terkendali" demikian Syamsul.



Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026