
Garuda Kembali Batalkan Penerbangan Ke Palu

Penundaan ini bukan karena alasan teknis atau operasional, ini faktor alam atau `force-majeure
Palu, (antarasulteng.com) - Garuda Indonesia kembali menunda penerbangan ke dan dari Palu, Sulawesi Tengah, setelah tiga hari berturut-turut bandara Mutiara Sis-Aljuri Palu diselimuti asap tebal kebakaran hutan.
Penundaan penerbangan yang ketiga kalinya pada Minggu (18/10) petang ini sangat mengesalkan para penumpang Garuda Indonesia karena maskapai penerbangan lainnya bisa mendaratkan dan memberangkatkan pesawatnya meski jadwalnya tertunda beberapa jam.
"Lion Air bisa mendaratkan dan memberangkatkan dua pesawatnya, dan Sriwijaya juga demikian, kenapa Garuda tidak bisa," kata seorang penumpang perempuan dengan nada kesal di loket `check-in Garuda di Bandara Mutiara Palu, Minggu.
Dua pesawat Lion Air dari Makassar dan Surabaya mendarat di Bandara Mutiara hampir bersamaan sekitar pukul 14.30 WITA menyusul Sriwijaya Air dari Balikpapan mendarat pukul 17.00 WITA.
"Mohon maaf, prosedur di Garuda memang sudah begitu karena Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mengumumkan bahwa kondisi asap belum memungkinkan untuk pendaratan pesawat. Kalau pemberangkatan `no problem," kata seorang petugas Garuda di Bandara Mutiara.
Garuda juga tidak dapat memberikan kompensasi berupa biaya menginap kepada para penumpang meski sudah tiga hari berturut-turut, penerbangan sore hari ditunda.
"Penundaan ini bukan karena alasan teknis atau operasional, ini faktor alam atau `force-majeure`," kata staf Garuda tersebut.
Namun Garuda Indonesia memberikan kebijaksanaan untuk semua penumpang yang akan mengembalikan (refund) tiketnya, sementara penumpang tujuan Jakarta yang seharusnya terbang sore hari, akan diterbangkan pada Senin (19/10) pagi, bila pesawat Garuda dari Jakarta bisa mendarat di Bandara Mutiara pada Minggu malam ini.
Beberapa penumpang tujuan Makassar yang sudah tertunda penerbangannya selama tiga hari mendesak Garuda membuka penerbangan ekstra (ekstra flight) agar semua penumpang sore hari yang tertunda selama tiga hari ini bisa diberangkatkan pada Senin pagi.
Kabut asap pekat melanda Kota Palu sejak beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah pesawat dari berbagai maskapai tidak bisa mendarat pada siang hari karena jarak pandang hanya sekitar satu kilometer.
Khusus penerbangan malam hari, masih bisa berjalan sesuai jadwal meski mengalami penundaan (delay) satu sampai dua jam, karena kondisi asap pada malam hari mulai sekitar pukul 21.00 WITA menurut tingkat kepekatannya.
Pewarta : Rolex Malaha
Editor:
Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
