
KKP Tingkatkan Anggaran Perikanan Budidaya

....pengembangan sektor budidaya di dalam negeri ditujukan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor pangan karena perikanan tangkap sudah masuk pada titik yang kritis, kata Menteri KP.
Tangerang, Banten - (antarasulteng.com) - Kementerian Kelautan dan Perikanan terus berupaya meningkatkan anggaran bidang perikanan budidaya dan pembuatan berbagai regulasi yang mendukung percepatan pembangunan subsektor perikanan budidaya tersebut.
Keterangan yang dihimpun dari arena Indonesian Aquaculture 2015 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD) City, Tangerang Selatan, Banten, Jumat, KKP mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,6 triliun untuk perikanan budidaya, naik tiga kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya.
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat menjadi pembicara pada sesi seminar internasional Indonesia Aquaculture 2015 mengemukakan bahwa pihaknya juga akan membuat berbagai regulasi untuk mendukung pengembangan investasi di sektor perikanan budidaya.
Dukungan anggaran yang naik signifikan serta berbagai regulasi itu dimaksudkan untuk mendukung tiga pilar pembangunan KP yaitu kedaulatan pangan, budidaya secara berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan rakyat.
Menurut menteri, pengembangan sektor budidaya di dalam negeri ditujukan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor pangan karena perikanan tangkap sudah masuk pada titik yang kritis.
Namun demikian, kata menteri, investasi di sektor perikanan budidaya harus dilakkan secara berkelanjutan, karena pada masa lalu, pengembangan budidaya menimbulkan kerusakan hutan bakau dan menimbulkan banyak penyakit pada komoditi perikanan budidaya.
Contoh lain ekspansi sektor budidaya yang berdampak negatif pada lingkungan dan sangat merugikan banyak pihak, menurut menteri, adalah ekstensifikasi keramba di Danau Jatiluhur, Cirata, dan Danau Toba.
Sasaran yang terpenting dari pengembangan sektor budidaya ini adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, karena dengan banyaknya pemain di sektor budidaya air payau dan air tawar, termasuk pada industri prosesingnya, maka akan semakin banyak tenaga kerja dan nilai tambah yang dihasilkan untuk masyarakat.
Iven Indonesia Aquaculture 2015 yang digelar Ditjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan ini dibuka Wapres HM. Jusuf Kalla di Tangerang Selatan, Kamis, akan berlangsung 29-31 Oktober dengan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.
Keigatan ini mengambil thema Sustainable Aquaculture for Business and Prosperity` dengan tagline; ubah hobi jadi usaha, yang diisi dengan berbagai kegiatan seperti seminar internasional, pameran, serta temu bisnis dan investasi.
Penemu teknologi budidaya udang vanamei Supra Intensif Indonesia (SII) Dr Ir Hasanuddin Atjo MP menjadi salah satu pembicara dalam seminar tersebut yangmemaparkan SII sebagai teknologi budidaya yang sangat ramah lingkungan serta memiliki produktivitas 153 ton perhektare, dan tercatat sebagai sistem budidaya ramah lingkungan paling produktif di dunia saat ini.
Wapres Jusuf Kalla saat membuka kegiatan ini menekankan bahwa penangkapan ikan di laut sekarang sudah berlebihan sehingga perlu dilakukan budidaya untuk memenuhi kebutuhan pangan, namun pengembangan budidaya jangan sampai merusak lingkungan.
Perikanan budidaya, kata JK, lebih dapat diukur, ada kepastian, relatif tidak terpengaruh alam atau musim serta kesetaraan gender lebih berimbang dibanding perikanan tangkap yang dominan laki-laki. (R007)
Pewarta : Rolex Malaha
Editor:
Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
