
Aspeta Dorong Nilai Tambah Tambang Batu Pecah

Palu, (antarasulteng.com) - Sekretaris Asosiasi Pengusaha Tambang (Aspeta) Sulawesi Tengah Ridwan Tahir mengatakan organisasi tersebut akan mendorong anggotanya untuk meningkatkan nilai tambah dalam bisnis pertambangan batu pecah sehingga daerah penghasil tidak sekadar mengirim material ke sejumlah daerah khususnya di Kalimantan.
Dalam diskusi publik di Palu, Selasa, Ridwan mengatakan material yang dikirim dari Kota Palu dan Donggala ke Kalimantan banyak diekspor ke sejumlah negara namun sudah berubah bentuk menjadi beton pracetak.
"Dari Kalimantan mereka ekspor. Sementara kita hanya mengirim materialnya," kata Ridwan.
Ridwan mengakui kompetisi bisnis batu galian berkembang pesat sehingga banyak perusahaan yang mengantongi izin pertambangan dari luar daerah.
"Banyak juga perusahaan dari sana (Kalimantan). Ini juga yang menyebabkan harga tidak stabil," katanya.
Dalam diskusi yang diselenggarakan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah, aktivitas pertambangan di Donggala dan Kota Palu banyak mendapat sorotan karena rusaknya lingkungan yang berdampak pada ekosistem laut. Apalagi saat ini hampir setiap perusahaan yang beroperasi juga memiliki dermaga pelabuhan sendiri.
Ombudsman RI Perwakilan Sulawesi Tengah mencatat terdapat 23 titik izin usaha pertambangan yang beroperasi sepanjang sekitar 30 kilometer arah barat Kota Palu sampai ke Banawa, ibu kota Kabupaten Donggala.
Menurut Ridwan pembangunan dermaga pelabuhan pertambangan telah dikoordinasikan dengan pihak terkait seperti Dinas Perhubungan dan Sahbandar.
"Banyak dermaga karena dalam pemberian izin disyaratkan adanya pelabuhan," katanya.
Dia mengatakan aktivitas pertambangan tersebut tidak mungkin dihentikan karena perusahaan telah banyak menanamkan investasinya.
Menurut Ridwan, gagasan agar dermaga pertambangan dijadikan satu, hal itu sulit dilakukan karena biaya tinggi.
Ridwan mengatakan Aspeta akan membenahi manajemen pengelolaan pertambangan batu pecah sehingga meminimalisir dampak yang ditimbulkan.
"Ketua kami (Kamil Badrun) ingin membenahi agar anggota patuh terhadap aturan sehingga tidak ada celah," katanya.
Dia juga mengatakan Aspeta rencananya akan mengusulkan ke gubernur setempat agar menjadikan rekomendasi Aspeta sebagai salah satu syarat penerbitan IUP.
Pewarta : Adha Nadjemuddin
Editor:
Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
