
Masyarakat Sangir Talaud Gelar Upacara Adat Tulude
Minggu, 5 Februari 2017 18:00 WIB

Upacara Adat Tulude mengandung nilai-nilai positif yang perlu dilestarikan
Palu (antarasulteng.com) - Gubernur Sulawesi Tengah Drs. H. Longki Djanggola, M.Si mengapresiasi pergelaran upacara adat 'Tulude' oleh Kerukunan Sengkanaung di Kota Palu, yang beranggotakan masyarakat dari Kepulauan Sangihe, Talaud dan Sitaro, Sulwesi Utara.
Upacara adat Tulude yang digelar rutin setiap tahun itu, kali ini digelar di Gedung Gereja Santa Maria Palu, pada Sabtu (4/2) yang dihadiri ratusan orang termasuk Gubernur Sulteng yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Bunga Elim Somba dan Wali Kota Palu yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Ridwan Karim.
Tulude merupakan upacara tahunan warisan para leluhur masyarakat Nusa Utara (Kepulauan Sangihe, Talaud dan Sitaro) di ujung utara Provinsi Sulawesi Utara. Arti dari upacara Tulude adalah ungkapan rasa syukur kepada Mawu Ruata Ghenggona Langi (Tuhan yang Maha Kuasa) atas berkat yang diberikan kepada umat manusia selama setahun yang lalu.
Tulude dalam bahasa Nusa Utara berarti adalah melepaskan, meluncurkan, menolak atau mendorong tahun yang lama dan siap menerima tahun yang baru.
Gubernur dalam sambutan yang dibacakan Bunga Elim Somba mengatakan ini mengandung nilai-nilai positif yang perlu dilestarikan yakni membangun dan memelihara semangat kebhinekaan, persatuan dan kerukunan masyarakat, khususnya di Sulawesi Tengah.
"Pesta adat Tulude ini diharapkan dapat membangkitkan semangat kita sebagai masyarakat yang memiliki budaya dan adat istiadat yang mampu mempersatukan kebersamaan dalam membangun suatu persaudaraan yang kuat, dan terciptanya suatu kerukunan, kedamaian hakiki dalam mendukung program pemerintah daerah," kata gubernur.
Wali Kota Palu Drs. Hidayat, M.Si yang diwakili oleh Asisten Walikota Pemerintahan dan Kesra Ridwan Karim, S.Sos., M.Si berharap adat Tudule dapat mensinergikan penguatan budaya lokal agar masyarakat tidak kehilangan identitas dan dapat hidup berdampingan dalam keberagaman.
Ketua Kerukunan Sengkanaung Palu Max Well Pulu mengucapkan terimakasih kepada pemerintah daerah atas dukungan sehingga acara ini bisa terlaksana secara rutin setiap tahun.
"Adat Tulude merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan yang maha kuasa, dan saya punya harapan besar agar acara ini menjadi semacam ajang kumpul keluarga besar tidak hanya orang Sangir, atau agama tertentu saja tapi menjadi ajang pemersatu masyarakat Sulawesi Tengah dalam menjaga kondisi yang aman dan rasa kebersamaan," ujarnya.
Pewarta :
Editor:
Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
