Logo Header Antaranews Sulteng

Kanwil Ditjenpas gelar perkemahan tingkatkan pembinaan kepribadian WBP

Jumat, 18 Juli 2025 17:04 WIB
Image Print
Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng Bagus Kurniawan melakukan tanda penyematan peserta perkemahan Satya Dharma Bakti Pemasyarakatan di Palu, Jumat (18/7/2025). ANTARA/Nur Amalia Amir

Palu (ANTARA) - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah (Sulteng) melaksanakan Perkemahan Satya Dharma Bakti Pemasyarakatan tahun 2025 untuk meningkatkan kualitas pembinaan kepribadian bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP).

"Perkemahan ini merupakan bagian dari pembinaan warga binaan karena kegiatan kepramukaan sangat positif. Ada nilai-nilai kejuangan, kebangsaan, kejujuran dan juga kesetiakawanan," kata Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng Bagus Kurniawan pada kegiatan Perkemahan Satya Dharma Bakti Pemasyarakatan di Palu, Jumat.

Ia mengatakan perkemahan ini dalam upaya meningkatkan kualitas kepribadian warga binaan pemasyarakatan agar menjadi manusia yang berwawasan kebangsaan, yang memiliki rasa nasionalisme dan percaya diri tinggi sehingga dapat menjadi bekal setelah menjalani masa pidana.

Ia mengatakan kegiatan ini juga menjadi media bagi warga binaan untuk mengasah disiplin, menanam nilai luhur kepramukaan dan membangun harapan serta bersikap kembali menjadi pribadi yang bermanfaat di masyarakat.

Selain itu, kata dia, pembinaan melalui kegiatan pramuka adalah salah satu upaya untuk menumbuhkan nilai-nilai moral, kejujuran, tanggung jawab, dan rasa persaudaraan warga binaan.

Perkemahan Satya Dharma Bhakti Pemasyarakatan Tahun 2025 dilaksanakan di Lapas Kelas II A Palu yang berlangsung mulai 18-19 Juli 2025 diikuti sebanyak 42 WBP dari wilayah Palu, Sigi, Donggala dan Parigi Moutong, dan 85 WBP dari UPT Pemasyarakatan di daerah seperti Toli-Toli, Leok, Banggai, Ampana dan Poso.

Melalui kegiatan kepramukaan, kata dia, WBP diajak untuk membangun karakter tangguh, menjunjung nilai nasionalisme, dan menanamkan semangat adaptif untuk menyongsong masa depan yang lebih baik.

"Karena setiap dalam pengusulan remisi, kami juga melakukan asesmen, yakni asesmen perubahan perilaku. Pendidikan pramuka ini sebagai salah satu cara kami melakukan perubahan perilaku mereka. Mereka mendapatkan pembinaan, dan harapannya mereka tidak akan mengulangi tindak pidana lagi," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa perkemahan kepramukaan ini baru dilaksanakan lagi usai COVID-19, dan akan terus rutin dilakukan setiap tahunnya.

Menurut dia, semangat kepramukaan juga sejalan dengan nilai-nilai pemasyarakatan yang menjunjung kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat perubahan diri.

Oleh karena itu, Bagus juga mengharapkan kegiatan ini mampu menanamkan kembali nilai-nilai kepramukaan kepada warga binaan.

Sementara itu, Ketua Harian Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Sulteng M Sadly Lesnusa menegaskan dukungan atas upaya Kanwil Ditjenpas Sulteng menguatkan pembinaan karakter warga binaan melalui kegiatan pramuka.

"Perkemahan ini adalah dalam rangka untuk memberikan pembinaan dan sekaligus juga pembinaan karakter bagi warga binaan agar mereka bisa siap kembali untuk kembali ke tengah-tengah masyarakat," ujarnya.

Melalui kegiatan ini, kata dia, diharapkan dapat menumbuhkan kembali semangat dan kepercayaan diri warga binaan untuk bisa bangkit kembali.

Ia mengatakan sebagai bentuk dukungan, seluruh Kwartir cabang di daerah juga bekerja sama dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) untuk memberikan pelatihan dan pembinaan bagi WBP.



Pewarta :
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026