Logo Header Antaranews Sulteng

Wabup-Poso tekankan moderasi beragama sebagai fondasi harmoni sosial

Senin, 8 September 2025 14:43 WIB
Image Print
Wabup Poso Soeharto Kandar menghadiri seminar ilmiah bertajuk “Transformasi Ideologi Islam Menuju Wasathiyah, Membangun Kesadaran Baru Ideologi Sehat dan Moderat” yang diikuti sekitar 130 eks anggota Jamaah Islamiyah (JI) dari tiga kabupaten, yakni Poso, Tojo Una-Una, dan Morowali Utara. ANTARA/HO-Kominfo Poso

Palu (ANTARA) - Wakil Bupati Poso Soeharto Kandar menekankan pentingnya moderasi beragama sebagai fondasi untuk menjaga harmoni sosial di daerah ini.

"Umat Islam tidak hanya harus teguh memegang prinsip keimanan, tetapi juga mampu menampilkan wajah Islam yang ramah, moderat, dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan serta keberagaman," katanya dalam keterangan diterima di Palu, Sulawesi Tengah, Senin.

Ia menyampaikan hal itu saat menghadiri seminar ilmiah bertajuk “Transformasi Ideologi Islam Menuju Wasathiyah, Membangun Kesadaran Baru Ideologi Sehat dan Moderat” diikuti sekitar 130 eks-anggota Jamaah Islamiyah (JI) berasal dari tiga kabupaten, yakni Poso, Tojo Una-Una, dan Morowali Utara.

Ia mengatakan Islam agama rahmatan lil ‘alamin yang membawa misi kasih sayang, kedamaian, dan keseimbangan hidup.

Menurut dia, konsep wasatiah atau moderasi dalam beragama merupakan nilai luhur yang relevan di Kabupaten Poso yang dikenal dengan keragaman, baik etnis, budaya, maupun keyakinan.

Untuk itu, kata dia, seminar ilmiah tersebut penting karena melalui diskusi dan kajian akademis, ajaran Islam yang penuh toleransi, keadilan, dan keseimbangan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sosial, berbangsa, dan bernegara.

Ia mengatakan forum tersebut akan memberikan kontribusi positif dalam memperkuat pemahaman keagamaan yang inklusif serta memperkokoh ukhuah islamiah, wathaniyah, dan basyariyah.

Ia berharap, seminar ini tidak berhenti pada diskusi melainkan menghasilkan rekomendasi dan langkah nyata untuk membangun masyarakat Poso yang sejahtera, damai, dan menjunjung tinggi nilai-nilai wasathiyah dalam kehidupan sehari-hari

"Melalui forum ini juga diharapkan tercipta kolaborasi erat antara pemerintah, tokoh agama, aparat keamanan, dan masyarakat dalam mewujudkan Kabupaten Poso yang damai dan harmonis," ujarnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kasatgaswil Densus 88 AT Sulteng Kombes Pol Januario Jose Morais, Kepala Operasi Madago Raya Polda Kombes Pol Agus Heni Sunandar, perwakilan ormas Islam, serta eks-pimpinan Jamaah Islamiyah Indonesia Ustadz Para Wijayanto.

Kasatgaswil Densus 88 AT Sulteng Kombes Pol Januario Jose Morais menekankan pentingnya transformasi ideologi untuk membangun kesadaran baru yang lebih sehat dan moderat.

“Masa lalu tidak boleh menjadi sekat melainkan pelajaran berharga untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan dalam bingkai NKRI,” ujarnya.

Ia mengatakan forum ini menjadi ruang bagi eks-JI untuk berbagi pengalaman sekaligus menguatkan komitmen mereka kembali ke pangkuan NKRI.

Kaops Madago Raya Polda Sulteng Kombes Pol Agus Heni Sunandar juga menegaskan dukungan penuh terhadap kegiatan itu.

“Kami berharap melalui seminar ini, para mantan anggota JI benar-benar meninggalkan paham radikal dan kembali aktif berkontribusi positif bagi masyarakat serta bangsa,” katanya.

Ia menegaskan Satgas Madago Raya akan terus hadir untuk mendampingi dan menjaga stabilitas keamanan agar Poso semakin damai dan kondusif.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026