
Analis minta pemerintah konsisten gelar program seperti Bazar Rakyat

Jakarta (ANTARA) - Analis komunikasi politik Hendri Satrio meminta pemerintah konsisten menggelar program untuk rakyat kecil dan kelas menengah seperti Bazar Rakyat di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (28/3) guna mengurangi beban masyarakat.
"Tekanan ekonomi masyarakat bisa berkurang secara bertahap. Diharapkan beban masyarakat itu berkurang sehingga mereka bisa lebih menjalani hidup dengan bahagia," ujar Hensa sapaan akrabnya dalam keterangan di Jakarta, Senin.
Dalam keterangannya itu, ia juga turut merespons pernyataan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya terkait anggaran Bazar Rakyat yang menegaskan "pokoknya ada".
Menurut Hensa, prinsip itu justru perlu diterapkan lebih luas di berbagai program pemerintah yang menyasar rakyat kecil.
"Bagus kalau buat rakyat kecil yang penting anggarannya ada. Seharusnya pemerintah sering-sering bikin acara ini, yang melibatkan orang kecil," tuturnya.
Kendati demikian, Hensa juga menyampaikan catatan. Ia mengapresiasi komitmen anggaran pemerintah, namun menegaskan bahwa ketersediaan dana saja belum cukup.
"Apresiasi bila program kegiatan selalu ada anggarannya, tetapi akan sangat baik bila penempatan alokasi anggaran juga jelas dan tepat," ujarnya.
Ia mendorong pemerintah agar melampaui bantuan yang bersifat konsumtif dan mulai memprioritaskan kemajuan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) secara struktural.
"Perumpaannya seperti ini, bukan cuma ngasih 'ikan' doang, tetapi 'kail'-nya. Perlu juga dibuat program yang mengutamakan UMKM-nya jadi lebih maju," jelasnya.
Ia pun memperluas semangat "pokoknya anggarannya ada" ke sejumlah program prioritas pemerintah, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG), dukungan UMKM hingga Sekolah Rakyat. Hensa mendorong agar komitmen anggaran itu dijaga konsisten dan tepat sasaran.
"Dari MBG, 'pokoknya anggarannya ada'. UMKM, 'pokoknya anggarannya ada'. Sekolah Rakyat, 'pokoknya anggarannya ada'. Pokoknya, kalau buat rakyat, anggarannya ada," ucap Hensa.
Sebelumnya, Seskab Teddy menyatakan Presiden Prabowo Subianto ingin sebanyak mungkin warga dapat merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah dalam suasana kebersamaan melalui bazar dan hiburan rakyat yang digelar di kawasan Monas, Jakarta, Sabtu (28/3).
Teddy menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan kebahagiaan Lebaran bagi masyarakat luas, khususnya warga Jakarta yang tidak mudik maupun yang telah kembali dari kampung halaman, terutama para keluarga penerima manfaat.
Pemerintah menyiapkan 100.000 kupon belanja sembako dan barang gratis senilai Rp500.000 per kupon serta 300.000 porsi makanan gratis yang disajikan oleh sekitar 800 pedagang UMKM kaki lima yang turut dilibatkan dalam kegiatan itu.
Pewarta : Benardy Ferdiansyah
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
