
Pemerintah perluas akses digital 1.200 UMKM lewat STARt x Genmatic
Rabu, 29 April 2026 10:13 WIB

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menjalin kolaborasi bersama TikTok Shop dan Tokopedia dalam mendorong perluasan akses digital pelaku ekraf melalui program Waktunya STARt x Genmatic: Generasi Melek Teknologi yang melibatkan 1.200 UMKM dari berbagai daerah di Indonesia.
Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya menegaskan, kolaborasi dengan platform digital seperti TikTok dan Tokopedia sejalan dengan misi pemerintah dalam percepatan transformasi digital pelaku usaha dan membangun fondasi ekonomi kreatif yang inklusif dan merata.“Misi dari TikTok dan Tokopedia selaras dengan yang selama ini kita perjuangkan. Kita ingin memastikan ekonomi kreatif menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah, tidak hanya berpusat di kota besar,” ujar Menteri Ekraf dalam keterangan yang dikonfirmasi, Rabu.
Riefky mengatakan kerja sama dengan platform digital mampu mempercepat proses dari penemuan hingga pembelian produk, sekaligus meningkatkan visibilitas dan daya saing produk lokal di pasar digital.
Program ini menjadi komitmen pemerintah dalam memperluas akses, meningkatkan kapasitas pelaku ekonomi kreatif melalui pemanfaatan teknologi digital dan ekosistem social commerce. Pendekatan ini juga mendorong ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah.
Ia menegaskan pertumbuhan sektor ekonomi kreatif tidak ingin hanya dipusatkan pada kota besar, tetapi juga membangun kreator, afiliator, dan pelaku usaha dari berbagai daerah agar bisa tumbuh merata termasuk di luar Jawa.
Sementara itu, Senior Director Tokopedia (TikTok Shop), Vonny Susamto, menjelaskan inisiatif Local Business Empowerment (LBE) dalam kolaborasi ini untuk menjawab tantangan nyata yang dihadapi pelaku usaha lokal.
“Local Business Empowerment hadir untuk menjawab berbagai tantangan, mulai dari kesenjangan literasi digital, keterbatasan kapasitas bisnis, hingga akses pasar. Kami berkomitmen menghadirkan program yang tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi membangun ekosistem yang berkelanjutan,” ungkap Vonny.
Kolaborasi ini juga menghasilkan eksposur luas dengan lebih dari 200 publikasi media nasional dan regional, sekaligus menunjukkan bahwa pendekatan berbasis kemitraan mampu memperluas akses ekonomi digital secara inklusif.
Melalui inisiatif LBE, TikTok dan Tokopedia mengimplementasikan tiga pilar utama yakni Waktunya STARt, yang difokuskan pada penguatan kapasitas melalui pelatihan berkelanjutan bagi UMKM dan kreator yang telah menjangkau berbagai wilayah di Indonesia.
Pilar kedua, Beli Lokal, diarahkan untuk memperkuat eksposur dan daya saing produk dalam negeri melalui kurasi dan kampanye berkelanjutan. Hingga saat ini, lebih dari 20.221 toko telah tergabung dalam program ini, dengan peningkatan penjualan mencapai 58 persen.
Sementara itu, pilar ketiga, Lokal Mendunia, difokuskan pada akselerasi ekspansi brand Indonesia ke pasar global. Lebih dari 50 brand telah masuk dalam pipeline pengembangan internasional, dengan sejumlah brand mulai menembus pasar Asia Tenggara sebagai langkah awal menuju pasar global.
Head of Public Policy & Government Relations TikTok & Tokopedia–TikTok Shop, Hilmi Adrianto, menekankan ekosistem digital akan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dari segi penjualan hingga loyalitas pembeli.
“Dengan lebih dari 160 juta pengguna TikTok di Indonesia serta tingginya volume konten yang diproduksi setiap menit, platform kami menjadi ruang strategis bagi pelaku usaha untuk mengakselerasi promosi sekaligus transaksi. Integrasi konten dan commerce terbukti mendorong engagement dan keputusan pembelian secara signifikan,” jelas Hilmi.
Pertemuan tersebut juga membahas penguatan inovasi layanan, termasuk pengembangan TikTok Shop sebagai discovery e-commerce dan TikTok Go yang memperluas konektivitas dengan bisnis lokal di sektor jasa dan pariwisata.
Pewarta : Fitra Ashari
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
